IHSG Akhir Pekan Dibuka Angka Merah

Delapan dari 10 sektor pendukung bursa dibuka turun di pembukaan perdagangan akhir pekan ini.

IHSG Akhir Pekan Dibuka Angka Merah
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan ini (22/4/2016) dibuka merah akibat aksi ambil untung, setelah pada Kamis (21/4/2016) lalu IHSG ditutup menguat.

Berdasarkan pantauan di RTI, IHSG dibuka turun di angka 4.898,72. Pada pukul 09.11, data RTI menunjukkan IHSG di level 4.899,33 atau turun 3,75 poin atau turun 0,07 persen.

Sebanyak 245 juta saham diperdagangkan dengan nilai Rp 252,35 miliar. Sebanyak 67 saham dibuka naik, 59 saham dibuka turun dan 73 saham tetap.

Aksi ambil untung terutama di saham HMSP, BBNI, WSKT, EXCL, UNTR dan PGAS.

Delapan dari 10 sektor pendukung bursa dibuka turun di pembukaan perdagangan akhir pekan ini.

Dua sektor yang dibuka menguat hanya sektor agribisnis dan aneka industri. Masing-masing dibuka naik 0,14 persen dan 0,02 persen.

Sementara aksi ambil untung terdalam masih di sektor pertambangan yang dibuka turun 0,39 persen.

Pada penutupan perdagangan Kamis, nilai tukar rupiah terkoreksi 8 poin (-0,06 persen) ke Rp 13.152 per dollar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 13.137-Rp 13.194.

Bursa Global

PT Mandiri Sekuritas, perusahaan sekuritas, mengestimasi pergerakan IHSG pada hari ini di kisaran 4.841 sampai dengan 4.908.

Di bursa global, ditutup bervariasi. Indeks bursa Amerika Serikat (AS) ditutup terkoreksi. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,68 persen, indeks S&P500 turun 0,52 persen dan Nasdaq naik tipis 0,01 persen.

Di Eropa, indeks FTSE100 di Inggris turun 0,45 persen, Indeks DAX di Jerman naik 0,14 persen dan indeks CAC di Perancis turun 0,20 persen.

Dari Asia, Indeks Nikei di Jepang naik 2,70 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong naik 1,82 persen dan indeks Shanghai turun 0,66 persen.

Emas ditutup di 1.249 dollar AS per troy ounce atau naik 0,30 persen. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di 43,43 dollar AS per barel atau turun 1,23 persen.

Editor: Steven Greatness
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved