Rakerda Hiswana Migas Kalimantan

Solusi Tata Kelola Permigasan Harus Akomodir Kepentingan Semua Pihak

Apalagi, dijelaskannya, saat ini ada kebijakan industri migas hilir, harus mensubsidi industri migas hulu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Para pimpinan DPD Hiswana Migas se-Kalimantan dan peseta saat mengikuti Rapat Kerja Daerah Tahun 2016, DPD VI Hiswana Migas Kalimantan di hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (21/4/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPP Hiswana Migas, Hari Kristianto, mengharapkan ada win-win solution dalam tata kelola Usaha Permigasan Nasional.

Win-win Solution ini harus mengakomodir kepentingan semua pihak, dalam menghadapi gejolak perekonomian terkini.

Hal ini disampaikanya, saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakerda Hiswana Migas DPD Kalimantan VI, Kamis (21/05/2016) pagi.

Menurutnya, tema agenda kali ini, sangat mengena. Hal ini, mengingat kondisi saat ini menuntut efesiensi di semua bidang.

Pelaku usaha yang tergabung di Hiswana Migas, bahkan Pertamina sendiri, menurutnya, mungkin harus mengencangkan 'ikat pinggang' (efesiensi) dan mencari solusi menghadapi situasi ini.

Apalagi, dijelaskannya, saat ini ada kebijakan industri migas hilir, harus mensubsidi industri migas hulu.

Hal lain yang diperhatikannya, juga terkait harga minyak saat ini. Menurutnya, diperlukan alternatif upaya penanganan saat harga minyak dunia, jika mengalami situasi rebound nantinya.

Upaya ini, diharapkannya dapat disampaikan kepada pihak pemerintah terkait. Sehingga, melalui koordinasi ini, dapat ditemukan win-win solution terbaik.

Ia melanjutkan, ada situasi dimana Pertamina, menargetkan pasaran BBM nonsubsidi, hingga 30 persen.

Semua situasi ini, menurutnya harus dirundingkan secara baik agar berikan win-win solution kepada semua pihak. Khususnya antara Pertamina dan Hiswana Migas.

Penulis: Ishak
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved