Rakerda Hiswana Migas Kalimantan

Kelesuan Ekonomi Pengaruhi Sektor Migas

M Irfan mengakui lesunya perekonomian, turut berimbas pada laju negatif usaha sektor Permigasan Nasional.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Para pimpinan DPD Hiswana Migas se-Kalimantan dan peserta saat mengikuti Rapat Kerja Daerah Tahun 2016, DPD VI Hiswana Migas Kalimantan di hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (21/4/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - General Meneger, Marketing Operation Region VI PT Pertamina, sekaligus pembina DPD VI Hiswana Migas Kalimantan, M Irfan mengakui lesunya perekonomian, turut berimbas pada laju negatif usaha sektor Permigasan Nasional.

Ia menyorot harga minyak mentah, yang dahulu bisa tembus sekitar 100 USD per Barrel, saat ini hanya 30 USD per barrel. Hal ini, menurutnya, membawa dampak negatif, khususnya di Industri Hulu Migas.

Menurutnya sejak 2015, di Pertamina sendiri, Direktorat Hilir jadi tulang punggung perusahaan. Sumbangsihnya terbilang besar, yakni sekitar 60 persen dari total pendapatan korporasi.

Situasi ini diperkirakan berlanjut pada beberapa masa mendatang, mengingat belum terlihatnya potensi rebound.

Penulis: Ishak
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved