Harga CPO Naik 100 Persen Dibanding 2015
Sedangkan untuk harga CPO-nya data terakhirnya sebesar Rp 8.200.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan Sawit Indonesia (GPPI) Kalbar, Ilham Sanusi mengatakan beberapa bulan terakhir harga sawit mulai dari Tandan Buah Segar (TBS) hingga CPO menunjukkan tren kenaikan.
Tren kenaikan diakuinya memberikan dampak bagi petani dan juga pengusaha. Ia mengatakan untuk harga TBS sawit untuk tanaman yang berumur 10-20 tahun saat ini berkisar Rp 1.615 per kilogram.
Harga ini katanya jauh lebih tinggi dibandingkan harga TBS pada Maret lalu yang hanya berkisar Rp 1.481,91 dan untuk umur yang sama.
"Sedangkan untuk harga CPO-nya data terakhirnya sebesar Rp 8.200. Harga ini mengalami kenaikan hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 4.000," ujarnya.
Kenaikan harga sawit terjadi seiring membaiknya perekonomian global. Namun meski harga naik, income daerah dari sawit ia akui belu dirasakan secara langsung lantaran Kalbar belum memiliki pelabuhan internasional.
Oleh karenanya ia mengatakan GPPI mendorong adanya pelabuhan internasional. "Kita mendorong pemerintah agar segara direalisasikan rencana yang ada," ujar Ilham di Hotel Harris, Pontianak, Kamis (21/4/2016).
Ia mengatakan, selain mendapatakan keuntungan perkebunan juga untuk income daerah. "Anggota GPPI optimis perekonomian dunia membaik sehingga daya beli masyarakat juga mengalami peningkatan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cpo-net_20150911_135723.jpg)