Makanan Berperan Kontrol Mood Anak
Makanan punya peran mengatur suasana hati atau mood anak. Dengan mengatur apa yang dimakan, maka mood bisa dikontrol.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Makanan punya peran mengatur suasana hati atau mood anak. Dengan mengatur apa yang dimakan, maka mood bisa dikontrol.
Pernah dengar tagline sebuah produk makanan yang berbunyi ‘Lo Rese Kalo Lagi Laper”? Tagline itu ada benarnya. Makanan, lewat rasa dan nutrisi yang dikandungnya punya pengaruh kuat terhadap tubuh dan mood manusia.
“Sedikit banyak, mood berpengaruh pada tingkah laku manusia, termasuk pada anak. Kalau si anak suasana hatinya sedang jelek dan mudah ngambek, orangtua juga yang akan repot,” ujar Leona Victoria APD, ahli gizi, kepada Kompas.com (4/4/2016).
Lulusan University of Sidney jurusan Master of Nutrition and Dietetics ini menjelaskan kalau kekurangan atau kelebihan suatu zat menimbulkan efek bervariasi. Mulai dari mudah marah, mudah ngambek, malas bergerak, sampai super aktif.
“Kelebihan gula buatan, misalnya, bisa membuat anak jadi aktif bergerak. Karena tubuhnya ingin membakar gula yang masuk berlebihan,” ucap Victoria.
Jadi, lanjut Victoria, orang tua harus menakar asupan gula pada anak. Gula yang dimaksud di sini adalah gula pasir.
Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pat F. Bass III, MD, MPH, pakar kesehatan anak di Louisiana State University Health Services Center-Shreveport menyebutkan kalau anak dengan bipolar sebaiknya menjauhi gula karena mudah mengubah suasana hati. Akibat terburuknya, perilaku si anak bisa di luar dugaan.
Terlalu banyak lemak dalam sekali makan juga tak baik karena membuat anak malas bergerak dan terlihat kurang bersemangat. Maka dari itu sebaiknya hindari asupan lemak berlebih dalam satu porsi makanan.
“Protein yang disantap biasanya mengandung lemak. Jadi tak perlu ditambah jika tak dibutuhkan,” ujar Victoria.
Sebaliknya, kekurangan suatu zat juga tak baik. Misalnya, kekurangan karbohidrat akan membuat si anak mudah gusar atau bahkan marah. Hal ini karena karbohidrat merupakan sumber energi bagi otak.
“Dalam satu porsi makanan sebaiknya memiliki unsur karbohidrat, serat, dan protein. Fungsinya untuk menstabilkan penyerapan dan indeks glikemik sehingga suasana hati lebih stabil,” imbuh Victoria.