Baru Ditemukan, 77 Makam Tua di Sukadana Masih Misterius
Setelah dibersihkan sebagian, jumlah makam yang ditemukan lumayan banyak.
Penulis: Ali Anshori | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Setelah sekian lama menjadi misteri, makam tua yang ada di Parit Gudang, Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara, ditemukan. Makam tersebut diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun.
Kepala Desa Simpang Tiga, Rajali mengatakan, kondisi makam sungguh memprihatinkan, karena berada di tengah hutan dan tertutup semak belukar, makam tersebut letaknya jauh dari jalan provinsi Siduk-Sukadana.
Kata dia, penemuan tersebut bermula dari pencarian yang dilakukan bersama perangkat desa lain pada Sabtu (2/4/2016) lalu. Pihak yang terlibat antara lain Kepala Dusun Semanai, Suprapmanto, Ketua RT setempat, Aponiman dan sejumlah warga lainnya.
"Untuk menuju lokasi makam kita harus berjalan kaki dari jalan rabat beton Parit Gudang. Untuk tiba di lokasi makam, kami harus membuat jalan tikus sekitar 500 meter. Keberadaan makam sudah ditutupi rerumputan dibawah pohon-pohon hutan yang lumayan rindang," katanya.
Rajali berharap, lokasi makam itu dibersihkan. Ke depan, dipelihara dan ditata sehingga mudah dijangkau untuk ziarah. "Lokasi makam ini bisa kita jadikan sebagai tempat objek wisata sejarah dan juga agamis. Yang pasti, makam ini adalah makam leluhur-leluhur kita," ucapnya.
Dia mengatakan, makam yang ditemukan itu, menggunakan tiang nisan yang terbuat dari batu. Diperkirakan tiang-tiang nisan batu itu didatangkan dari luar atau dari Pulau Jawa. Setelah dibersihkan sebagian, jumlah makam yang ditemukan lumayan banyak.
Sementara itu, menurut Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Simpang Tiga, Sahperi, ada sekitar 77 makam yang sudah ditemukan di lokasi itu.
"Setelah dilakukan pendataan ada 77 makam yang ditemukan. Lebih 40 makam nisannya dari batu, dan sisanya terbuat dari kayu belian," ujarnya.
Kata dia, makam yang berhasil didata itu, berbagai bentuk ukuran mulai dari ukuran besar hingga sedang dan kecil. Dari makam yang ditemukan, belum diketahui orang-orangnya. Hanya ada tiga makam yang masih bisa dibaca namanya yang ditulis di tiang nisan yaitu Ali Ahmad, Resat dan Belek.
"Sedankan yang lainnya tidak dapat ditemukan nama, dan ada pula yang bertuliskan dari Arab namun sulit dibaca. Jika lokasi tersebut dibersihkan maka jumlah makam yang ada bisa bertambah. Sangat memungkinkan, jumlah makam lebih dari 100.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/makam-tua_20160403_222006.jpg)