Pemkab Mempawah Programkan Sehari Tanpa Beras
Pemerintah Kabupaten Mempawah saat ini gencar dalam menggiatkan sosialisasi menu makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) .
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah saat ini gencar dalam menggiatkan sosialisasi menu makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) dalam mendukung program kemandirian pangan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
"Selain itu, menu B2SA dinilai juga menguntungkan dari segi kesehatan," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Mempawah, Ridwan Rusli, Rabu (30/3/2016).
Terlebih sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal, Pemerintah Kabupaten Mempawah segera menindaklanjuti dengan Peraturan Bupati tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal.
"Peraturan tersebut lantas diteruskan hingga level pemerintah kecamatan dan seterusnya ke bawah, "jelasnya.
Maka dengan adanya Perpres, gerakan percepatan konsumsi pangan lokal mendapat angin segar dan karenanya harus segera ditindaklanjuti.
Beberapa waktu lalu dikatakan Bupati Ria Norsan secara tegas telah meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah Kabupaten Mempawah menyajikan makanan yang berbahan dasar pangan lokal Mempawah dalam setiap kegiatan pertemuan.
"Pangan lokal tersebut di antaranya keladi, ubi jalar, ubi kayu, sukun, sagu, keribang, dan sebagainya. Untuk makan pagi, siang, atau malam, dapat menyajikan menu alternatif seperti nasi ubi, nasi jagung, nasi ubi jalar, mi sagu, dan lain-lain," jelasnya.