Pagar Beton Proyek Air Minum Roboh, Sebagian Retak
Sebab itu pihaknya menduga seluruh pekerjaan proyek itu dikerjakan asal jadi.
Penulis: Subandi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pagar proyek sistem penyediaan air minum di Kecamatan Banua Kayong roboh. Padahal pagar beton tersebut baru dibangun pada 2015 menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN) 2014.
Instansi yang menangani proyek itu Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat.
Sekretaris Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Cabang Ketapang, Pusar menilai pengerjaanya terindikasi asal jadi.
"Baru dibangun pada 2015 sekarang sudah roboh. Jadi pengerjaan proyek itu terindikasi asal jadi," kata Pusar kepada awak media di Ketapang, Selasa (29/3/2016).
Ia mengungkapkan, selain pada pagar beton yang masih berdiri, juga terlihat banyak yang sudah retak.
Ia juga menemukan bahwa slop penutup pagar beton hanya menggunakan satu batang besi induk. "Saya sudah lihat sendiri kondisinya ke lapangan," ucapnya.
Sebab itu pihaknya menduga seluruh pekerjaan proyek itu dikerjakan asal jadi.
"Jadi kita menduga seluruh pekerjaan pagar beton itu dikerjakan asal jadi. Kita harap pihak berwenang mengusut dan menindaklanjuti pengerjaan proyek itu," harapnya.
Saat hendak dikonfirmasi, Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), M Taufik tak bisa mendapatkan tanggapannya. Ketika dihubungi melalui telepon ia menyatakan mau ke lokasi terlebih dahulu.
Ia mengatakan akan menghubungi awak media setelah pulang meninjau pagar beton proyek sistem penyediaan air minum di Kecamatan Banua Kayong yang roboh. Namun hingga sore yang bersangkutan tak memberikan keterangan kepada awak media.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pagar-beton-roboh_20160329_191957.jpg)