Focus Group Discussion

Gapki: Kalbar Jadi Lahan Masa Depan Sawit Indonesia

Hingga sekarang dari ini luas tanam sawit di Kalbar sudah mencapai 1,17 juta Ha menghasilkan CPO pertahun kisaran 1 juta ton.

Penulis: Dedy | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DEDY
Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalbar P. Girsang (tengah) dan Rektor Untan Thamrin (kanan) yang didampingi Asisten II Pemprov Kalbar (kiri) melakukan penandatangan MoU. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalbar P. Girsang mengatakan Kalbar merupakan akan menjadi lahan masa depan sawit di Indonesia.

Menurutnya hingga sekarang dari ini luas tanam sawit di Kalbar sudah mencapai 1,17 juta Ha menghasilkan CPO pertahun kisaran 1 juta ton.

"Masa depan sawit ada di lahan Kalbar. Komoditas sawit adalah menjadi pengerak perekonomian di Kalbar dan terpenting lagi satu saluran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbaar," ujarnya saat memberikan sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema memperkuat sinergi dalam mengantisipasi dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalbar tahun 2016 di Rektorat Untan Lantai 3, Selasa (29/3/2016).

Ditambahkanya, dengan keberadaan sawit juga mampu menjadi salah satu pendorong peningkatan IPM di Kalbar. Hal itu ditunjukanya di mana sebelum sawit dan sesudah masuk sawit ada signifikaan peningkatan IPM.

Dikesempatan itu juga, ia menjelaskaan mengapa digelar FGD yang berkaitan kebakaran hutan, karena untuk mencari solusi dan strategi serta sinergi berbagai pihak untuk mengantisipasi kebaran hutan.

Kemudian terpenting lagi menurutnya bagaimana kebun sawit bukan menjadi biang kerok tempat terjadinya kebakaran hutan sebagaimana isu dan pandangan sebagian orang.

"Dikesempatan ini juga kita perlu mengandeng semua pihak termasuk Untan dengan MoU. Ke depan kita akan terus menghadapi isu negatif terhadap berbagai hal termasuk kebakaran hutan. Jadi FGD ini lah momen kita menyampaikan sebenarnya yang terjadi di lapangan. Kita harap kebun sawit ini bukan lagi tempat beang kerok kebakaran hutan," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved