Dokter Spesialis Dipaksa Masuk Desa

Kita sudah punya roadmap. Jadi nanti dokter spesialis akan dipaksa lagi mau ke daerah dan penempatan di rumahsakit rujukan.

Penulis: Rizky Zulham | Editor: Mirna Tribun
wikimediacommons
Ilustrasi dokter 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap menuturkan dari sisi pelayanan kesehatan akan meningkatkan layanan, sarana dan prasaran juga SDM. Pihaknya saat ini juga sudah mengantongi strategi khusus untuk melakukan hal ini.

"Kita sudah punya roadmap. Jadi nanti dokter spesialis akan dipaksa lagi mau ke daerah dan penempatan di rumahsakit rujukan. Jadi spesialis akan di paksa ke daerah. Kemudian puskesmas akan dilengkapi dengan peralatan tambahan yang tentunya tidak bisa sama seperti yang ada di rumah sakit," ujarnya, Selasa (22/3/2016).

Tenaga dokter spesialis ini akan ditempatkan di rumahsakit yang menjadi rujukan regional. Untuk di Kalbar ada di RSUD dr Soedarso, Ketapang, Sintang, Singkawang dan Sanggau.

"Jadi tidak ada lagi puskesmas raksasa, dan nanti akan kita tata apa saja penyakit yang bisa di rumah sakit. Seperti jantung, kanker, gagal ginjal, artinya kasus penyakit yang benar-benar tingkat kesulitannya tinggi dan kompleks," jelasnya.

Ia menegaskan, hal ini rencanya ditargetkan dapat terealisasi paling lambat 2019. Terkait masalah pelayanan BPJS, Andy menuturkan bahwa dari sisi manfaatnya diakui segala kekurangan memang ada.

"Jadi masalah penolakan itu relatif, saya pribadi kalau mau naik kelas, itu hanya kelas I saja. Kalau kelas III kan pesertanya relatif masyarakat tidak mampu jadi tidak perlu dinaikkan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved