Tribun on Focus
Ketidaksetaraan Gender Juga Terjadi di Institusi Pendidikan
Menjelang pendidikan menengah (SMA) hingga ke pendidikan tinggi (Universitas), akses perempuan terhadap dunia pendidikan merosot tajam.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala pusat studi gender dan anak IAIN Pontianak, DR Rianawati menilai ketidaksetaraan gender juga terjadi dalam institusi pendidikan.
Bias gender ini, terjadi dalam aspek partisipasi sekolah, sarana yang tersedia di institusi pendidikan, materi pendidikan, juga pola pendidikan yang diterapkan.
Pada pendidikan awal, di tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengan Pertama (SMP), peran serta perempuan masih dinilai tinggi, namun menjelang pendidikan menengah (SMA) hingga ke pendidikan tinggi (Universitas), akses perempuan terhadap dunia pendidikan merosot tajam.
Begitu pula dalam proses pembelajaran. "Anak (Siswa dan Mahasiswa) laki-laki, itu lebih aktif. Sedangkan anak perempuan, pengalaman saya, cenderung lebih pasif, mereka (terlihat) tidak siap," ujarnya.
Ketidaksiapan pelajar putri ini ditenggarainya akibat sebelum berangkat ke sekolah atau kampus, mereka harus terlebih dahulu mengerjakan pekerjaan rumah tangga, membantu orangtuaya.
Fasilitas yang disediakan di institusi pendidkan, juga dinilainya mesti diperhatikan. Ia menilai harus ada fasilitas yang disediakan khusus bagi pelajar perempuan.
"Contoh saja toilet. Masa toilet perempuan disamakan dengan toilet laki-laki. Toilet perempuan itu seharusnya terpisah dari toilet laki-laki," ujarnya.
Hal ini dikarenakan, perempuan memiliki kebutuhan berbeda dengan pria. Sehingga idealnya tidak terjadi percampuran.
Ikuti perkembangan beritanya di topik: Tribun on Focus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-pusat-studi-gender_20160316_110248.jpg)