Tribun on Focus

Angka Kematian Ibu dan Anak Masih Tinggi di Kalbar

Angka kematian Ibu dan Bayi katanya, lebih disebabkan karena pernikahan dini yang sekarang terjadi di Kalimantan Barat.

Penulis: Zulfikri | Editor: Mirna Tribun
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Kepala BP3AKB Kalbar, Ir Anna Veridiana Iman Kalis, saat menjadi pembicara pada diskusi tribun on focus di kantor tribun Pontianak, Rabu (16/3/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Angka kematian Ibu dan Bayi di Kalimantan Barat dikategorikan masih terbilang tinggi.

Hal itu disampaikan, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga (BP3AKB) Kalimantan Barat, Ir Anna Veridiana Iman Kalis saat memaparkan materinya dalam diskusi Tribun on Focus, di Tribun Pontianak, Jl Sungai Raya, Kubu Raya, Rabu (16/3/2016) pagi.

Angka kematian Ibu dan Bayi katanya, lebih disebabkan karena pernikahan dini yang sekarang terjadi di Kalimantan Barat. Sehingga Calon Ibu masih belum siap atau matang untuk menjadi seorang Ibu.

"Selain itu pernikahan adat yang tidak tercatat dalam catatan sipil, cukup menyulitkan dalam pencatatan data dan angka pasti pernikahan," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved