Tribun on Focus
Akademisi: Pendidikan, Upaya Terbaik Angkat Peran Perempuan
Masalah pendidikan ini masalah yang utama, sebab melalui pendidikan, partisipasi perempuan dalam setiap ranah bisa lebih baik.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sektor Pendidikan dianggap jalan terbaik, sebagai upaya mengangkat peran perempuan di ranah publik, dalam perspektif upaya pengarusutamaan gender (PUG).
BACA JUGA: Pemahaman Gender, Perlu Bongkar Isi Kepala
Hal ini disampaikan Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, DR Rianawati, dalam paparannya sebagai narasumber, pada diskusi Tribun on Focus, bertema 'Perempuan Indonesia Melawan Ketimpangan' di Kantor Tribun Pontianak, Rabu (16/03/2016) pagi.
BACA JUGA: Jokowi Lipatgandakan Anggaran untuk Pembangunan Perempuan
"Masalah pendidikan ini masalah yang utama, sebab melalui pendidikan, partisipasi perempuan dalam setiap ranah bisa lebih baik," jelasnya.
BACA JUGA: BP2AKB Sisir Produk Hukum Bias Gender
Saat ini, dirinya menilai, secara umum, terjadi ketimpangan cukup tinggi antara laki-laki dan perempuan, pada partisipasi dalam dunia pendidikan.
BACA JUGA: Media Harus Lebih Berhati-Hati Dalam Membuat Berita Tentang Gender
Kondisi ini, relatif lebih besar terjadi di daerah pedesaan, terutama daerah terpencil. Sedangkan area perkotaan, ia menilai ketimpangan yang terjadi sudah tidak terlalu besar. "Di Perkotaan sudah cukup baik, kesetaraan gender lebih terasa di Kota," ujarnya.
Dirinya kemudian mencontohkan kondisi daerah tempat kelahirannya sendiri. "Di daerah (kelahiran) saya sendiri, anak-anak perempuan, begitu beranjak remaja, banyak diantara mereka memutuskan menikah di usia muda, atau bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) ke Negara Tetangga. Jadi banyak yang putus sekolah, mereka tidak terbekali pendidikan (yang layak) " paparnya.
BACA JUGA: BP2AKB Komit Hapus Perdagangan dan Kekerasan pada Perempuan
Ia kemudian secara khusus menekankan, pembangunan pendidikan pada perempuan, jadi perkara sangat penting.
BACA JUGA: Menteri dan Komnas Perlindungan Anak akan Datang ke Kalbar
"Bagi saya, bangun dulu pendidikan (yang layak) untuk perempuan, karena dengan itu, perempuan bisa lebih mudah masuk ke ranah publik, seperti di Parlemen, Pemerintahan dan sebagainya," pungkasnya.
Jalur pendidikan ini, menurutnya tidak hanya melalui pendidikan formal, namun juga dapat melalui pendidikan non formal bersifat peningkatan skill (keahlian khusus), sebagai bekal untuk mengembangkan potensi yanh dimiliki para perempuan.
Ikuti perkembangan beritanya di topik: Tribun on Focus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/akademisi-iain-pontianak_20160316_112338.jpg)