Leher Okhan Robek Kena Tali Layangan
Depi menuturkan, dirinya terkejut saat melihat Okhan pulang ke rumah dengan jari bersimbah darah dan leher luka menganga.
Penulis: Novi Saputra | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, SINGKAWANG - Okhan Salviano (9) tidak bisa bergerak leluasa seperti biasanya, bocah aktif ini untuk menoleh saja harus menggerakkan badannya.
Ia pada Senin (15/3/2016) kemarin terkena tali layangan saat bersepeda tidak jauh dari rumahnya di Jl Hansip Gg Pendidikan Kecamatan Singkawang Tengah.
Okhan saat itu akan ke sebuah warung, tiba-tiba tali layangan menyabet lehernya, refleks tangan kirinya mengangkat tali layangan tersebut. Tidak hanya leher, jari tangannya pun kemudian mengucurkan darah.
"Saat main sepeda kejadiannya," kata Okhan kepada tribunpontianak.co.id didampingi ibunya, Depi Selasa (15/3/2016).
Depi menuturkan, dirinya terkejut saat melihat Okhan pulang ke rumah dengan jari bersimbah darah dan leher luka menganga.
"Dalamnya dua mili sepanjang leher, apa kita tak terkejut dibuatnya. Saya tanya kena apa dia jawab tali layangan, sisa-sisa gelasan saja masih menempel di lehernya sebelum dibersihkan mantri ," kata Depi.
Depi yang geram sempat akan mendatangi warga yang bermain layang-layang tersebut namun melihat keadaan anaknya ia memutuskan untuk menghubungi perawat.
"Geram saya, mereka yang main itu tidak hanya anak-anak tapi orang dewasa, pakai gelasan yang ada gerindanya itu," kata Depi
Depi berharap pemerintah melalui Satpol PP dapat berperan aktif, menjaring pemain-pemain layangan terutama yang menggunakan tali yang berbahaya. Sebab kejadian ini dapat saja terulang kepada siapapun.
"Kita mau melintas di jalan saja khawatir, takut ada benang yang melintang di jalan," kata Depi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/leher-okhan-di-plaster-tebal-usai-terkena-tali-layangan_20160315_205210.jpg)