Breaking News:

Tertipu Penggandaan Uang, Mulyanti Kehilangan Rp 3 Juta

Mulyanti (27) Warga Dusun Sempurna Jaya Desa Nanga Biang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, harus rela kehilangan uang miliknya senila Rp 3 Juta.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kasat Reskrim Polres Sekadau AKP K Purba saat menunjukkan barang bukti penipuan penggadaan uang yang digunakan pelaku beruap, kain dan sejumlah kwitansi kosong. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Mulyanti (27) Warga Dusun Sempurna Jaya Desa Nanga Biang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, harus rela kehilangan uang miliknya senila Rp 3 Juta usai ditipu dalam kasus penggadaan uang. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Sekadau AKP K Purba saat ditemui Tribun di ruang kerjanya, pada Selasa (8/3/2016).

“Kemarin ada warga yang datang melapor kepada kita, bahwa mereka telah tertipu oleh seoraang pelaku yang bernama Wahyu yang juga baru dikenalnya,” ujar Purba.

Ia menuturkan kronologis peristiwa tersebut berawal saat sang korban Mulyanti dikenalkan oleh temannya bernama Sumiati yang tinggal satu daerah dengan korban, kepada Wahyu si pelaku penipuan.

Pada 20 Februari lalu, Sumiati bertemu Wahyu di halte terminal Rawa Bakti Sanggau, dan menumpangkannya untuk pulang ke Semuntai. Dalam perjalanan tersebut, Wahyu menanyakan kepada Sumiati apakah ada temannya atau sadara yang terlilit hutang, dan ia mengaku bisa membantu.

Mengetahui hal tersebut, kemudian Sumiati menawarkan dan mengenalkan Wahyu kepada Mulyanti usai bertukar nomor handphone dengan pelaku. Setelah sempat menghubungi Mulyanti pada 1 Maret, dan bercerita tentang kesulitan yang dialami korban, pelaku menwarkan untuk membantu dengan menjajikan dapat menggandakan uang.

Tergiur dengan tawaran pelaku, korban pun mengikuti perintah pelaku dengan menyiapkan uang sebanyak Rp 3 juta yang dijanjikan akan digandakan menjadi Rp. 500 Juta oleh pelaku. Namun korban baru dapat mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 Juta tersebut pada Jumat (4/3/2016) lalu.

Pada saat itu juga, korban disuruh pelaku untuk datang ke Sekadau dan menyuruh korban untuk menyewa sebuah kamar hotel. Korban pun mnuruti kemauan si pelaku, karena pelaku mengatakan akan mengadakan ritual di kamar hotel tersebut.

Korban kemudian sampai di Sekadau sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung memesan sebuah kamar hotel, di hotel Pelangi Jl. Merdeka Barat.

“Di dalam kamar itulah mereka menggelar ritual yang akan menggandakan uang,” kata Purba.

Saat melakukan ritual, lanjut Purba korban diambil sumpahnya dan sempat dibacakan mantra oleh pelaku. Kemduian pelaku menyuruh korbn untuk membungkus uang tersebut kedalam sehelai kain yang sudah disiapkan korban.

Setelah 15 menit ritual berlangsung, kemudian pelaku izin kepada korban untuk melakukan salat tahajud. Namun setalah menunggu sekitar setengah jam, pelaku tidak kunjung muncul. Pada saat itu juga, korban timbul kecurigaan. Saat akan dihubungi kembali, nomor pelaku sudah tidak aktif.

Kemudian, korban bersama temannya Sumiati mendatangi Polres Sekadau untuk mengadukan peristiwa yang menimpanya. “Pelaku kabur usai menggelar riyual dengan mebawa kabur uang 3 Juta milik korban, yang ditukar dengan sejumlah kuitansi kosong kedalam kain yang diikatkan ke pinggang korban,” ujar Purba.

Saat ini, kata Purba pihaknya terus memburu si pelaku dengan keterangan yang telah diberikan oleh korban. “Saat ini pelaku belum diketahui keberadaannya, dan kami akan terus berupaya memburu pelaku, kita juga akan lakukan pengecekan cctv di hotel Pelangi, dan beberapa tempat lainnya,” tambah Purba.

Purba juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak logis.

“Ya kita minta dengan kejadian ini, masyarakat harus lebih pintar lagi jangan langsung percaya dengan hal-hal yang tidak masuk akal, kalau uang bisa digandakan pastinya tidak akan ada orang miskin,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved