Polisi Bunuh Anak Kandung
Dewan Kalbar: Kapolres Tak Tanggap Lihat Masalah Anak Buah
Pada hal jarak TKP dengan Rumah Dinas Kapolres Melawi sekitar 50 meter. Namun disayangkan, peristiwa itu tidak bisa dicegah atau diantisipasi.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Amri Kalam menilai peristiwa multilasi yang terjadi tubuh institusi Kepolisian di Polres Kabupaten Melawi, dianggap Kapolres setempat tidak tanggap dalam melihat permasalahan anak buah.
Pada hal jarak TKP dengan Rumah Dinas Kapolres Melawi sekitar 50 meter. Namun disayangkan, peristiwa itu tidak bisa dicegah atau diantisipasi oleh Kapolres berserta jajarannya.
"Bagaimana mau mengamankan kantibmas kabupaten Melawi yang berjumlah 11 kecamatan dan 169 desa. Sementara mengamankan anak buah tidak bisa," ujar Anggota DPRD Kalbar Dapil tujuh (Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu) kepada wartawan di Kantor DPRD Kalbar, Senin (29/2/2016) pukul 11.00 WIB.
Diharapkan kedepannya, seluruh jajaran kepolisian di Kalbar untuk lebih intensip lagi dalam melakukan pembinaan mental dan spritual terhadap anggotanya dan keluarga.
"Mengapa karena yang namanya permasalahan bukan hanya pribadi anggota tapi juga keluarga anggotanya sendiri," ucap mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Melawi ini.
Amri juga tidak setuju, ketika ada masyarakat memposting foto korban ke Media Sosial (Medsos). "Saya sepakat dengan tindakan Kapolda, yang melarang memosting foto korban. Karena kasihan keluarga korban," tuturnya.
Kepada keluarga korban, Politisi Partai PAN itu berharap selalu tabah dan bersabar. Karena semuanya akan ada hikmah yang terjadi dibalik peristiwa ini. "Pastinya saya sangat berduka atas kejadian ini yang menimpa keluarga korban," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wakil-ketua-komisi-i-dprd_20160229_134800.jpg)