SPBU Sekadau Kehabisan Bensin

Saya langsung isi bensin eceran saja. Tapi kalau sering isi yang eceran lumayan berat juga karena satu liter saja harganya Rp 8 ribu

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Jl Merdeka Barat, Sekadau, Kalbar, Minggu (21/2/2016) tampak sepi. Hal itu dikarenakan pasokan bahan bakar jenis premium mengalami kekosongan beberapa hari terakhir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sudah empat hari terakhir warga Sekadau kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU yang ada di Kota Sekadau.

Irwan, warga Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir mengaku terpaksa harus menggunakan BBM jenis pertamax plus yang sedikit lebih mahal karena stok premium kosong.

"Petugas SPBU-nya bilang premium kosong, saya tidak jadi mengisi bensin. Pertamax lumayan mahal harganya," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id pada Minggu (21/2/2016).

Ia sudah beberapa kali hendak mengisi premium di SPBU, namun stoknya kosong. Seperti yang dilakukannya belum lama ini, saat malam hari ia hendak mengisi premium namun yang ada hanya pertamax plus.

"Saya langsung isi bensin eceran saja. Tapi kalau sering isi yang eceran lumayan berat juga karena satu liter saja harganya Rp 8 ribu ada juga yang Rp 9 ribu," katanya.

Selaku warga, ia tidak mengetahui kenapa BBM jenis premium di SPBU bisa kosong terlalu lama. Menurutnya, biasanya kekosongan tersebut terjadi hanya saat premium dalam perjalanan, tidak sampai lewat satu hari.

Pemilik SBPU yang berada di Jl Sanggau, Abun, mengatakan, kekosongan premium murni karena adanya keterlambatan oleh kapal yang menggangkut BBM ke Kalimantan Barat.

"Murni karena adanya keterlambatan, tidak ada yang lain," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam dua hari mendatang pasokan bensin sudah kembali normal. Tidak adanya papan pemberitahuan yang ada di SPBU itu, katanya agar pelanggan pergi begitu saja. Sebab di SPBU itu masih ada pertamax plus.

"Kasian pegawai-pegawai yang menunggu padahal masih ada pertamax. Pelanggan yang mau mengisi pertamax saja sudah bersyukur," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved