Breaking News:

Singgah di Pondok Pengkang, Makan Lempar Khas Kalbar

Panganan ini memang menjadi khas asli Kalbar, terutama bagi warga Desa Peniti, Kabupaten Mempawah.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Arief
Singgah di Pondok Pengkang, Makan Lempar Khas Kalbar - pengkang-1_20160219_221453.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pengkang atau lempar yang ada di Pondok Pengkang, Jl Raya Sungai Pinyuh-Pontianak, Desa Peniti, Kecamatan Segedong, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (19/2/2016).
Singgah di Pondok Pengkang, Makan Lempar Khas Kalbar - bakar-pengkang_20160219_221228.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Proses pembakaran pengkang atau lempar yang ada di Pondok Pengkang, Jl Raya Sungai Pinyuh-Pontianak, Desa Peniti, Kecamatan Segedong, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (19/2/2016)

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH  - Perjalanan dari Pontianak menuju luar kota, terutama jika anda ingin menikmati hiburan perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang. Anda akan melintasi Jalan Raya Pontianak-Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah.

Jika anda berangkat dari Bandara Supadio Pontianak dengan kendaraan roda empat, sekitar jarak 51 kilometer, atau dalam waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam 19 menit. Tepat sebelum jembatan Desa Peniti, anda akan menemukan Pondok Pengkang atau lempar.

Pengkang atau lempar merupakan makanan olahan dari beras ketan yang di dalamnya terdapat berbagai pilihan isi, seperti udang dan lainnya, dimasak dengan cara dibakar.

Panganan ini memang menjadi khas asli Kalbar, terutama bagi warga Desa Peniti, Kabupaten Mempawah.

Untuk menikmatinya, sambal kepah sangat cocok menggugah selera saat anda singgah dari perjalanan panjang menuju Singkawang.

Kepah, makanan ini termasuk dalam jenis kerang. Namun tidak berasal dari laut, melainkan dari sungai. Begitu pula dengan dagingnya, tak jauh berbeda dengan daging kerang pada umumnya.

Pondok Pengkang ini telah ada sejak Tahun 1934. Usaha keluarga ini telah dikelola oleh generasi keempatnya. Saat ini, Hairani yang melanjutkan warisan leluhurnya.

Ciri khas lempar di Pondok Pengkang dibandingkan lempar lainnya adalah penyajiannya. Dalam satu jepitan berisi dua lempar, yang dimasak dengan cara dibakar. Di pondok ini, harga per jepitnya hanya Rp 9 ribu.

Hairani menjelaskan, tak hanya warga Mempawah maupun daerah lain yang berasal dari Kalbar. Beberapa wisatawan dari luar Kalbar bahkan mancanegara kerap singgah di pondok miliknya.

"Kadang ada yang dari Brunei, Singapura juga ada. Kalau luar Kalbar ada yang dari Surabaya dan kota lainnya. Apalagi dalam momen Cap Go Meh kayak gini, banyak yang datang," ungkapnya, Jumat (19/2/2016)

Setiap harinya ia dapat memproduksi sekitar 2.000 jepit lempar. Belum termasuk jika ada momen-momen tertentu, saat wisatawan meningkat.

"Sejak kecil saya sudah jualan ini, saya generasi keempat. Sampai saya sarjana masih berjualan ke rumah-rumah waktu itu," ujarnya

Kue lempar ini, menurutnya dapat bertahan hingga dua hari. Maka tak jarang para wisatawan luar Kalbar, membeli untuk sebagai buah tangan saat kembali ke daerah asalnya.

"Enaknya di makan dalam kondisi panas," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved