Opini
Rendahnya Budaya Membaca Dikalangan Mahasiswa
Dapat dilihat dari buku pengunjung perpustakaan yang berkunjung dalam satu hari hanya 72 orang padahal jumlah mahasiswa fisipol 3.000-an.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Oleh: Bambang Sudarmono
Perpustakaan adalah tempat untuk mencari sumber bacaan. Dewasa ini sebagian negara perpustakan menjelma sebagai tempat rekreasi karena untuk menjawab tantangan di era digital yang mana para generasi muda lebih senang bermain game online ketimbang membaca.
Selain itu perpustakaan modern dibuat untuk meningkatkan minat membaca dikalangan generasi muda. Karena fenomena kekinian yang mana generasi muda sangat rendah dalam minat membaca. Khususnya mahasiswa difisipol untan.
Dapat dilihat dari buku pengunjung perpustakaan yang berkunjung dalam satu hari hanya 72 orang padahal jumlah mahasiswa fisipol 3.000-an.
Hengki salah satu mahasiswa fisipol mengatakan rendahnya minat baca diakibatkan pengaruh teknologi sehingga mahasiswa merasa keenakan dan malas mau ke perpustakan untuk membaca. Sehingga wajar mahasiswa saat ini anilisis terhadap isu-isu kurang subtantif.
Nurfadilah seorang mahasiswi semester akhir di Fisipol, juga menambahkan bahwa mahasiswa saat ini sangat jarang keperpus paling2 mereka keperpus cuma ketika ada tugas dari dosen atau cuma sekadar nemani kawannya pungkasnya.
Khairullah salah seorang petugas perpustakaan di Fisipol juga mengatakan hal yang senada bahwa budaya membaca dikalangan mahasiswa saat ini sangat kurang dikarenakan faktor teknologi selain itu pespustakaan juga belum mampu menyediakan fasilitas yang memadai baik itu infrastuktur maupun supra struktur.
Menteri dalam negeri BEM Fisipol Bambang Sudarmono mengatakan bahwa membaca merupakan budaya intlektual yang harus tetap terjaga kelestariannya karena membaca merupakan jendela ilmu dan sumber inspirasi untuk menaklukan dunia. Namun saat ini saya miris melihat mahasiswa sangat lemah dalam membaca.
Apalagi diera digital selain itu banyak juga faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca seperti perpustakaan yang belum mampu mengorbitkan pelayanan perpustakaan yang modern khususnya di fisipol karena kalau perpustakaan tidak mampu bertransformasi menjadi perpustakaan yang modern maka tidak akan mampu menciptakan kenyamanan bagi pengunjung perpus sehingga wajar kebanyakan mahasiswa tidak betah lama-lama di perpustakaan.
Kami berharap pihak fakultas maupun universitas harus mampu membangun perpustakaan yang bertaraf internasional sehingga dapat menumbuh kembangkan minat membaca dikalangan generasi muda.
Penulis: Mendagri BEM Fisip Untan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bambang-sudarmono_20160218_111451.jpg)