Tribun Explore Kalbar

Jalan Gajah Mada, Pusat Warung Kopi Pontianak

Sejumlah remaja pun kini mulai menggemari kopi, sembari bercengkerama dengan rekan sebayanya.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Arief
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Masih ada segudang keunikan di Kota Pontianak. Selain wisata religi, sejarah dan landmark, ada pula wisata malam dapat menjadi kenangan saat bertandang ke Pontianak.

Tak hanya bergelar Kota Seribu Sungai, kini Pontianak layak disebut Kota Seribu Warung Kopi.

Untuk melihat keunikan ini, wisatawan dapat menyambangi hampir di setiap sudut kota.
Namun, jika ingin melihat lebih dekat suasana malam di Pontianak, kawasan Jl Gajah Mada menjadi pilihan tepat.

Hampir di sepanjang jalan, ada warung kopi ataupun yang berbentuk kafe. Semua dipastikan menyediakan kopi. Tinggal pilih, ragam jenis kopi tersedia.

Di antara deretan hotel, selalu ada warung-warung kopi. Wisatawan yang kebetulan menginap di hotel di kawasan tersebut, tak perlu bersusah payah. Tinggal keluar hotel, jalan kaki kemudian duduk di warung kopi dan pesan kopi.

Suasana ramai di setiap warung kopi, akan mulai terlihat sejak jelang malam hingga tengah malam. Ini tentunya mencirikan Pontianak dapat disebut kota yang mulai tak tidur.

Untuk harga kopi hitam, per gelasnya rata-rata hanya berkisar Rp 3.000 hingga Rp 7.000. Jika jenis Kopi Aceh, Toraja atau lainnya, tentu harga akan semakin variatif.

Penikmat kopi di kota ini, tak hanya kalangan berusia dewasa. Sejumlah remaja pun kini mulai menggemari kopi, sembari bercengkerama dengan rekan sebayanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved