Tribun Explore Kalbar

Beribadah Sekaligus Menikmati Kemegahan Masjid Raya Mujahidin

Memiliki luas bangunan seluas 60 meter x 60 meter, di atas lahan seluas sekitar empat hektare.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Arief
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Masjid Raya Mujahidin Pontianak di Jl Ahmad Yani, Pontianak. 

Beribadah Sekaligus Menikmati Kemegahan Masjid Raya Mujahidin Warga Kalbar, khususnya Kota Pontianak, pada umumnya pasti mengenal Masjid Raya Mujahidin.

Masjid raya ini berdiri sejak tahun 1978 di pusat Kota Pontianak, tepatnya di Jl Ahmad Yani. Kini masjid ini termasuk bangunan megah yang berdiri di Kota Pontianak.

Bangunan Masjid Raya Mujahidin kini, merupakan bangunan yang telah melalui tahap renovasi. Desainnya merupakan hasil pembangunan sejak tahun 2011, yang diketuai tokoh Kalbar, Oesman Sapta Odang. Kemudian diresmikan langsung Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo pada 20 Januari 2015 lalu

Tiba di Masjid Raya Mujahidin, tim Kalbar Explore, menunaikan salat Zuhur di masjid ini, Kamis (18/2/2016). Usai salat, tim dapat menikmati keindahan ornamen-ornamen masjid terbesar di Kalbar ini.

Tak salah disebut sebagai masjid raya, karena masjid yang terletak di Jl Ahmad Yani ini berlantai dua. Memiliki luas bangunan seluas 60 meter x 60 meter, di atas lahan seluas sekitar empat hektare.

Dengan luas tersebut, Masjid Raya Mujahidin dapat menampung hingga mencapai sembilan ribu jamaah. Selain itu, areal parkir kendaraan juga tersedia cukup luas, yang diperkirakan dapat menampung hingga 1.600 kendaraan roda empat.

Suatu hal yang pantas disematkan sebagai masjid raya, karena masjid yang berasitektur khas Kalbar ini, tak hanya menjadi landmark Kota Pontianak, Bahkan menjadi kebanggaan umat Islam Kalbar.

Oleh karena memiliki ciri khas dan keindahan sejumlah bentuk maupun ornamen di Masjid Raya Mujahidin. Sehingga membuat wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara, kerap melaksanakan salat di masjid ini, saat berkunjung Kota Pontianak.

Pengamanan di Masjid Raya Mujahidin, kini semakin diperketat. Ini disebabkan karena sejak diresmikan, warga sangat antusias ingin beribadah. Sambil menyempatkan diri mengabadikan kunjungannya di Masjid Raya Mujahidin.

Tak hanya singgah menunaikan salat di masjid raya ini, ada pula sejumlah oknum warga yang kurang menjaga etika maupun berbusana islami. Sehingga membuat pengurus menerapkan sejumlah aturan.

Jamaah yang beribadah sambil berwisata religi di Masjid Raya Mujahidin diharapkan dapat berbusana Islami. Mengedepankan etika dan dapat senantiasa beradab. Baik sejak diparkiran hingga berada di dalam masjid.

Selain itu, jika ingin mengabadikan momen di Masjid Raya Mujahidin, kini harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari petugas.

Semua aturan yang ada, terbalas tatkala air wudu yang menyejukkan telah menyentuh kulit. Usai salat pun, keindahan ornamen-ornamen yang tertata dalam setiap sudut masjid, memberikan kesan ketenangan.

Ditambah dengan udara yang masuk ke dalam ruangan di lantai dua masjid, sehingga tetap membuat suhu di masjid menyejukkan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved