Tribun Explore Kalbar

Bandara Supadio Dahulu Bernama Bandara Sungai Durian

Proyek tahun jamak untuk memperluas landasan pacu menjadi 2.500 meter juga mulai pada tahun 2013

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Arief
TRIBUN PONTIANAK/MADROSID
H-2 perayaan Imlek penumpang mulai ramai di Bandara Supadio, Sabtu (6/2/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Usai dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, pada Kamis (18/2/2016) pagi, Tim Tribun Pontianak Explore Kalbar 2016 menuju Bandar Udara Supadio Pontianak.

Tiba di bandara ini sekitar pukul 10.08 WIB, suasana bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II ini terlihat cukup sibuk. Terlihat penumpang berlalu-lalang, baik di pintu keberangkatan maupun kedatangan.

Di sisi luar pintu kedatangan, tampak sejumlah warga menunggu teman, keluarga maupun kerabatnya.
Beberapa di antaranya terlihat tersenyum sumringah, tatkala telah melihat orang yang ditunggu keluar dari pintu kedatangan.

Bandara Supadio, awalnya bernama Bandar Udara Sungai Durian pada era tahun 1940-an. Namun pada medio tahun 1980-an, bandara ini dinamai Supadio.

Bandara ini terletak di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Namun hanya berjarak sekitar 17 kilometer dari Kota Pontianak.

Sejak tahun 1989, rute penerbangan internasional dibuka, dari Bandara Supadio ke Bandara Internasional Kuching, Malaysia.

Dalam perkembangannya, Bandara Supadio kini telah memiliki bangunan terminal baru. Dengan kulitas landasan pacu (runway) yang lebih panjang dan lebar, agar dapat menjadi bandara kelas dunia.

Pada tahun 2010/ 2011, landasan pacu telah diperlebar dari 30 meter menjadi 45 meter. Kemudian pada tahun 2012, untuk pelapisan landasan pacu sepanjang 2.250 meter telah ditenderkan, yang selanjutnya dilaksanakan pelapisan pada tahun 2013.

Proyek tahun jamak untuk memperluas landasan pacu menjadi 2.500 meter juga mulai pada tahun 2013.

Runway tersebut, dapat melayani pesawat berbadan kecil atau narrow body sekelas Boeing 737-800 atau Airbus 320.
Keunikan terlihat dari lapisan runway, yang terdiri dari tiga lapisan, yakni tanah gambut, kayu dan aspal. Ini merupakan satu-satunya runway Bandara Angkas Pura II yang menggunakan teknologi tersebut.

Dengan luas kawasan sekitar 528 hektare, kapasitas parkir bandara mampu menampung sekitar 175 unit kendaraan roda empat. Sementara area seluas 1.470 meter persegi dijadikan sebagai area komersil. Untuk terminal kargo seluas 915,75 meter persegi.

Kini, Bandara Supadio telah mampu menampung hingga 1,5 juta calon penumpang per tahun. Namun jika rencana tahap kedua selesai tahun 2016 ini, maka kapasitas total bandara ini dapat pula melayani hingga mencapai 3,8 juta penumpang per tahun.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved