Saran BPS untuk Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

Meski kita ditahun lalu turun pertumbuhannya namun masih di atas ekonomi nasional

Penulis: Dedy | Editor: Arief
TRIBUN/DEDI
Suasana FGD yang digelar KPw Bank Indonesia Kalbar kerja sama BPS Kalbar di Ruang Sao Langke KPw BI Kalbar, Kamis (11/2/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala BPS Kalbar, Pitono mengatakan ekonomi Kalbar tahun 2015 hanya tumbuh di angka 4,81 persen.

Menurutnya jika dibandingkan dengan tahun 2014, angka tersebut mengalami penurunan yaitu tahun 2014 sebesar 5,03 persen.

Apalagi dari tahun- tahun sebelumnya di mana untuk tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kalbar sebesar 5,50 persen, tahun 2012 sebesar 5,91 persen dan tahun 2013 puncaknya naik yaitu mencapai 6,05 persen.

"Meski kita di tahun lalu turun pertumbuhannya namun masih di atas ekonomi nasional," ujarnya saat menjadi narasumber dalam FGD Forum Khalustiwa Kalbar di Kpw BI Kalbar, Kamis (11/2/2016).

Kemudian berdasarkan kuartal pertumbuhan ekonomi Kalbar bergerak flukatif yaitu untuk kuratal I sebesar 6,33 persen, kuartal II sebesar 4,06 persen, kuartal III tumbuh 4,55 persen dan IV sebesar 4,35 persen.

Ditambahkan Pitono, usaha informasi dan komunikasi yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 11,19 persen dengan share 3,35 persen.

Kemudian disusul jasa perusahaan dengan tumbuh sebesar 7,45 persen dan kontruksi sebesar 7,35 persen.
Untuk lapangan usaha kontruksi mengapa bergairah menurutnya didorong oleh pengadaan seperti semen untuk pembanguana jalan, jambatan dan 5 proyek PLTU di Kalbar.

Sementara untuk lapangan usaha yang tumbuh terendah adalah di sektor pertambangan dan galian sebesar 0,60 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita lamban memang faktor pertumbuhan nasional dan global yang ada serta beberapa faktor lainnya. Namun perlu disampaikan untuk tahun 2015 lalu pertumbuhan ekonomi kita cukup berkualitas sebab inflasi terkendali," terangnya.

Menurut Pitono, dari keseluruhan data yang tercatat di BPS, ia membeberikan masukan terhadap berbagai pihak yang terkait.

Sarannya meliputi meningkatkan kualitas belanja untuk menstimulus pertumbuhan, peningkatan daya beli masyarakat dengan cara mendorong perekonomi local.

Selanjutnya dengan mempromosikan keunggulan daerah dan peningkatan iklim invetasi kondusif dengan cara kemudahan dalam perizinan, serta peningkatan pelayanan dalam satu pintu dan penyederhanaan peraturan daerah.

"Peningkatan daya saing dengan cara identifikasi keungulan daerah dengan orientasi ekpor juga perlu. Kemudian peningkatan industrialisasi dan infarastruktur juga tentu tidak kalah penting untuk dilakukan dalam menjawab persoalan ada untuk peningkatan pertumbuhan di Kalbar," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved