Cornelis Ajak Masyarakat Dayak Tolak Ajaran Sesat Masuk Kalimantan

Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita sangat banga karena kita masih memiliki Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika

Cornelis Ajak Masyarakat Dayak Tolak Ajaran Sesat Masuk Kalimantan
IST
Presiden MADN, Cornelis MH, bersama Ketua DAD se-Kalimantan menyalakan lilin pada Perayaan Natal bersama-bersama Masyakat Dayak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (30/1/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis MH, mengajak semua sub-sub Suku Dayak yang ada, untuk selalu bersatu serta menolak setiap ajaran yang sesat dan tidak diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk masuk di pulau Kalimantan.

Cornelis menyatakan, faham radikalisme atau kekerasan yang berkedok agama sesungguhnya bersumber dari manusia, bukan agama. Karena secara normatif agama-agama di dunia ini menebarkan kasih sayang, persaudaraan, cinta kasih.

"Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita sangat banga karena kita masih memiliki Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika," ujar Cornelis pada Perayaan Natal Bersama dan Silaturahmi Dewan Adat Dayak se-Kalimantan di Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (30/1/2016).

Menurut Gubernur Kalbar itu, Pancasila bukan hanya sekedar ideologi. Dimana Pancasila adalah sari pati dari kearifan lokal budaya-budaya yang ada di Indonesia, termasuk kearifan lokal masyarakat adat Dayak.

Maka dengan ini Cornelis mengajak, kepada semua suku dayak agar tidak menjual tanah, jangan terpengaruh atau percaya sama orang yang baru datang yang menawarkan ini dan itu untuk mendapatkan tanah.

"Tanah di Kalimantan sangat subur di tanam apa saja pasti akan ada hasilnya, semua harus dipertahankan. Jadikan lahan yang kosong untuk bercocok tanam sendiri agar dapat membantu kebutuhan ekonomi dalam keluarga sendiri," jelasnya.

Kepada masyarakat Dayak, Cornelis mengimbau, jangan sampai menjadi penonton di tanah sendiri, tetapi harus ikut serta dalam pembangunan.

"Pulau Kalimantan adalah pulau yang aman, damai, tidak ada gempa, gunung merapi, dan sunami. Beberapa hal tersebut yang membuat pulau Kalimantan menjadi pulau yang sangat digemari," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved