Breaking News:

Insiden PETI di Mandor

Tujuh Warga Jadi Korban Aktivitas PETI Mandor

Akibatnya, dua warga harus meninggal dunia karena tertimbun. Kemudian dua lagi menggalami patah kaki dan tiga lagi luka-luka yang cukup serius.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFONS PARDOSI
Warga saat melihat lokasi peti yang menelan korban jiwa pasca kejadian. 

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, LANDAK - Peristiwa memperihatinkan kembali terjadi, tujuh warga menjadi korban tertimbun di areal yang diduga Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Pampadang, Desa Kayu Ara, Kecamatan Mandor, Kamis (28/1/2016).

Akibatnya, dua warga harus meninggal dunia karena tertimbun. Kemudian dua lagi menggalami patah kaki dan tiga lagi luka-luka yang cukup serius. Berdasarkan informasi yang didapat, pekerja merupakan warga sekitar.

Kejadian tersebut dibenarkan warga setempat. "Iya, kemarin ada yang kena timbun di lokasi PETI, kejadiannya sore sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ada tujuh orang, dua meninggal, dua patah kaki, dan tiga luka-luka," ujar Barnadi kepada tribunpontianak.co.id, Jumat (29/1/2016).

Menurut warga, lokasi kejadian berada di jalan menuju perkebunan kelapa sawit PT MAK, tidak jauh dari lokasi Kawasan Industri Mandor (KIM).

"Lokasinya itu sekitar 1,5 KM dari jalan raya, kemarin itu hingga tengah malam evakuasi korban," tuturnya.

Kepala Desa Kayu Ara, Muriani Sadikun, saat dikonfirmasi juga membenarkan kejadian tersebut.

"Iya kemarin ada kejadian, dan ada telan korban. Tapi saya masih kurang begitu jelas dengan informasi," ujarnya singkat.

Sementara itu Kapolsek Mandor, AKP Pahlawan, saat dikonfirmasi mengaku belum tahu kejadian tersebut.

"Gak tau saya nie, nanti saya cari informasi lagi yah," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved