Tribun on Focus

Era MEA, Tantangan Tenaga Kerja Lokal Bersaing

Pihak kementerian menfasilitasi berdirinya Lembaga Sertifikasi di Pontianak belum lama ini

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ketua PHRI Kalbar, Yuliardi Qamal (kanan), berdialog pada Diskusi Tribun on Focus, di Kantor Tribun Pontianak, Rabu (27/1/2016). Dialog yang digelar Tribun Pontianak ini mengangkat tema Peluang dan Tantangan Delapan Profesi di Era MEA. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kalbar, H Yuliardi Qamal mengatakan, pasca masuknya era MEA belum adanya alih posisi terutama di dunia perhotelan.

Justru kata Yuliardi beberapa hotel menawarkan posisi GM kepada putera daerah.

"Pihak kementerian menfasilitasi berdirinya Lembaga Sertifikasi di Pontianak belum lama ini. Itulah untuk mem-back up TK (tenaga kerja). Sertifikasi penting untuk menjangkau TK. Hingga saat ini memang belum terjadi alih posisi, beberapa perhotelan justru menawarkan posisi GM bagi putra daerah tetapi belum terisi," ujarnya, Rabu (27/1/2016).

Yuliardi mengatakan menghadapi MEA ada kebijakan dari kementerian sehingga tidak semua bidang yang bisa diambil alih oleh Tenaga Kerja Asing atau TKA. Hanya ada 11 bidang yang bisa dimasuki TKA. Ini ia katakan merupakan bentuk protect Indonesia.

"Etos kerja orang Pontianak sangat rendah karena berpikiran walau pun tidak bekerja tetap bisa makan. Sehingga dengan MEA, TK kita bisa lebih bersaing. Karena jika tidak bersaing TK kita tidak akan dipakai dan akan kalah oleh TK luar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Tribun Pontianak kembali menggelar Tribun on Focus edisi Januari 2016 di Kantor Tribun Pontianak pada Rabu (27/1/2016) pagi. Kali ini tema yang diangkat adalah "Peluang danTantangan Delapan Profesi di Era MEA".

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved