Hasil Menjambret Untuk Beli Sabu

Tersangka Kiki mengaku menyesal atas tindak kejahatan yang dilakukannya,terlebih-lebih rekannya,Wanto sampai tewas akibat dari pekerjaannya selama ini

Hasil Menjambret Untuk Beli Sabu
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Satu diantara pelaku begal Kiki Kardila (kanan) meminta maaf kepada korban atas aksinya kepada Nurmiza, dan melukai anak korban saat melakukan aksinya, di Mapolresta Pontianak, Pontianak, Kamis (14/1) siang. Tim Jatanras Polresta Pontianak terpaksa melumpuhkan Kiki Kardila dan Hendra Purwanto karena melawan dengan senjata tajam saat hendak ditangkap. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepada wartawan, tersangka Kiki Kardila mengaku baru sebulan terakhir ini bergabung dengan komplotan Hendra Purwanto alias Wanto. Ia mengakui awalnya hanya terbiasa santai bersama dengan Wanto, namun lama kelamaan diajak untuk melakukan aksi begal bersama.

Baca juga: Polresta Pontianak Tangkap Pelaku Begal, Satu Tewas

"Nyantai dulu, habis itu baru berjalan. Biasanya kami ngintai dulu, yang diincar biasanya perempuan. Selama ini ndak ada yang melawan," ungkapnya.

Anak keempat dari empat bersaudara ini mengakui bahwa sebilah pisau sangkur yang turut diamankan polisi tersebut, selalu dipersiapkan tersangka Wanto dalam setiap kali beraksi.

"Sangkur itu selalu dibawanya. Biasanya yang mengambil barang Wanto, saya jadi joki (mengendarai sepeda motor). Pembagiannya sama, barang biasanya dijual di daerah Parit Besar. Biasanya dapat Rp 1 juta lebih, itu dibagi rata semua," papar tersangka Kiki.

Dengan posisi duduk di lantai Mapolres, oleh karena kedua kakinya tertembak, tersangka Kiki menjelaskan alasan komplotannya selalu mengincar korban wanita.

"Uangnya untuk saya belikan sabu. Selama ini selalu dapat hp, uang. Terakhir dapat Rp 1,8 juta. Perempuan jadi target kan karena lemah. Sebelum kerja begini saya kerja jadi sopir muatan barang-barang farmasi (obat-obatan) di Sawah Besar, Pontianak sini," jelasnya.

Dengan tertunduk, tersangka Kiki mengaku menyesal atas tindak kejahatan yang dilakukannya, terlebih-lebih rekannya, Wanto sampai tewas akibat dari pekerjaannya selama ini.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved