Dolar AS Melemah, Emas Menguat

Para pedagang juga melakukan short covering, memberikan dukungan lebih lanjut terhadap logam mulia menjelang dirilisnya data ekonomi AS.

Editor: Arief
THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (13/1/2016) waktu setempat (Kamis pagi WIB). Kenaikan logam mulia ini  didorong pelemahan dolar AS dan aksi short covering (pembelianemas karena dianggap sudah murah).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup naik 1,9 dolar AS, atau 0,18 persen, pada 1.087,10 dollar AS per ounce.

emas mendapat dukungan ketika indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 98,92 pada pukul 19.00 GMT. 

emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor.

Para pedagang juga melakukan short covering, memberikan dukungan lebih lanjut terhadap logam mulia menjelang dirilisnya data ekonomi AS. 

Bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed)  akan mengawasi dengan cermat laporan ekonomi ini. Beberapa analis menilai The Fed dapat meningkatkan suku bunga utamanya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada Maret.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

emas juga mendapat dukungan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average turun 2,09 persen. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas mencatat kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Sementara perak untuk pengiriman Maret naik 40,5 sen, atau 2,95 persen, menjadi 14,156 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 12,7 dolar AS, atau 1,51 persen, menjadi 851,30 dollar AS per ounce. (Antara/Xinhua)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved