Penjualan Premium di SPBU Meningkat

Meski beberapa SPBU di Kota Pontianak terlihat normal, namun diakui petugas SPBU terjadi peningkatan volume pasca penurunan harga BBM.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah mulai Selasa (5/1/2016) memberlakukan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah pengumuman penurunan pada 23 Desember lalu.

Meski beberapa SPBU di Kota Pontianak terlihat normal, namun diakui petugas SPBU terjadi peningkatan volume pasca penurunan harga BBM.

"Antre memang tidak sampai ke ruas jalan, namun volume-nya bertambah. Nampaknya biasa saja tapi menjelang siang, permintaan sudah meningkat 30 persen dari biasanya," ujar Ari (29), petugas SPBU di Kota Pontianak, Selasa.

Ia mengatakan sepertinya terjadi peningkatan signifikan atau mungkin stoknya habis sebelum jam tutup SPBU. Hal ini ia akui terlihat dari antusiasme masyarakat.

"Yang tadinya ngisi tidak full jadi full, jelas berpengaruh. Ada yang udah isi tapi nanya apakah BBM-nya turun, ngisi BBM-nya lagi. Jadi nampaknya terus meningkat. Hanya masalah stok cukup atau tidak kita tidak tahu," ujarnya.

Hal yang sama diakui Bachtiar yang merupakan pemilik SPBU yang beralamat di Jl Akses Kapuas atau biasa dikenal SPBU Kodam. Ia mengaku hingga menjelang petang permintaan BBM terus mengalami peningkatan.

Selaku pengusaha ia juga mengaku menyambut baik adanya penurunan harga BBM untuk premium dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 per liter dan solar dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.950 per liter.

Bachtiar mengatakan terjadi lonjakan hingga 10 persen terhadap permintaan BBM. Hal ini ia akui adanya penambahan alokasi masyarakat untuk membeli BBM.

Jika sebelumnya konsumen hanya membeli BBM untuk kebutuhan satu hari, saat ini meningkat menjadi konsumsi tiga hari. Meski ia tidak mengetahui pasti apakah disebabkan kekhawatiran harga BBM mengalami kenaikan lagi atau karena hal lain.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved