IHSG Ditutup Menguat
Bursa Asia ditutup mayoritas menguat namun terlihat terbatas disaat investor terus menimbang prospek stimulus.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cenderung menguat meskipun sempat tertekan hingga zona negatif. Secara mengejutkan IHSG, Selasa (22/12/2015) ditutup menguat +26,88 sebesar 0,60 persen dilevel 4517 diakhir sesi.
Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan rupiah memimpin penguatan terhadap dolar AS di antara mata uang negara berkembang lainnya. Meskipun investor asing masih terlihat net sell sebesar Rp 396 miliar pada perdagangan hari ini.
Penguatan disebabkan paket kebijakan ke delapan, dimana perusahaan swasta akan diizinkan untuk membangun kilang minyak selama mereka menjual produk akhir untuk BUMN PT Pertamina serta dukungan industri terhadap pajak impor suku cadang penerbangan menjadi dorongan rasa optimis investor lokal diakhir tahun.
Bursa Asia ditutup mayoritas menguat namun terlihat terbatas disaat investor terus menimbang prospek stimulus. Setelah pemerintah China mengisyaratkan langkah-langkah stimulus akan lebih pada konferensi ekonomi atas dan kebijakan moneter harus lebih fleksibel. Kebijakan fiskal juga harus lebih kuat untuk menghadapi perlambatan pertumbuhan.
Sementara Bursa Eropa terlihat terkonsolidasi sedikit berubah disaat hanya sektor energi yang menguat didorong oleh reboundnya harga minyak. Hal tersebut juga membuat mata uang Euro menguat sehingga dapat berdampak ke perusahaan yang berfokus pada eksport.
Sentimen selanjutnya akan diramaikan oleh data GDP dibeberapa negara zona eropa dan Data tingkat kekuatan konsumen dan penjualan rumah baru di Amerika. Secara teknikal IHSG berhasil kembali break out bearish trend dan MA25 sehingga akan mencoba menguji resistance MA50 dikisaran level 4525.
"Bila dilihat dari indikator Stochastic pergerakan IHSG terkonsolidasi pada area jenuh beli dan telah terjadi dead-cross dengan signal penguatan yang cukup terbatas dengan peluang cukup besar untuk kembali terkoreksi. Diperkirakan IHSG akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4470-4555,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ihsg-menguat_20151222_095156.jpg)