Catut Nama Kejari Ketapang, Seorang Penipu SMS Minta Kirimkan Uang Rp 20 Juta

Kemaren saya mendapat sms ngaku namanya Bayu Staf Kajari Ketapang izin mau nelepon. Saat nelepon saya dia bilang pak Kajari mau berbicara.

Catut Nama Kejari Ketapang, Seorang Penipu SMS Minta Kirimkan Uang Rp 20 Juta
KOMPAS.COM
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,KETAPANG - Nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, Joko Yuhono dicatut penipu. Ini diungkapkan Sekretaris Perindo Ketapang, Supardi Zar'in yang hampir menjadi korban. Penipu menelpon dirinya minta uang Rp 20 juta mengaku sebagai Joko Yuhono.

“Kemaren saya mendapat sms ngaku namanya Bayu Staf Kajari Ketapang izin mau nelepon. Saat nelepon saya dia bilang pak Kajari mau berbicara. Kemudian dia kirim nomor handphone pak Kajari dan suruh saya yang telpon,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/12/2015).

Ia memaparkan nomor handphone penipu yang mengaku staf Kejari bernama Bayu itu adalah 082114797131. Sedangkan nomor handphone penipu yang mengaku sebagai Kepala Kajari Ketapang adalah 081288937554.

Ketika ia menelpon nomor itu benar seseorang mengaku sebagai Kejari Ketapang. Awalnya ia sama orang tersebut hanya berbicara soal politik dan keamanan seputar Ketapang. Namun kemudian orang tersebut meminta dikirimi uang Rp 20 juta.

Menurutnya orang tersebut mengaku uang itu untuk menebus biaya berobat anaknya di Pontianak. Tapi dirinya tak serta mereta mempercayai orang tersebut. “Pertama saya sudah curiga kenapa pak Kejari yang perlu tapi saya yang harus nelpon,” ucapnya.

Dirinya semakin curiga lantaran orang yang mengaku Kepala Kejari itu meminta uang. Lantaran ia tak pernah ketemu atau kenal sama Kepala Kejari Ketapang yang baru ini. “Belum pernah ketemu kenapa tiba-tiba Pak Kejari berani minta uang,” ungkapnya.

Ia sempat mengaku hanya mempunyai uang Rp 3 juta untuk dikirimkannya. Ternyata penipu tersebut tidak keberatan meski hanya mau dikirim Rp 3 juta.

“Saya ajak ketemu katanya lain waktu saja belum bisa, ia hanya minta transfer saja dahulu,” jelasnya.

Supardi kemudian menghubungi temannya untuk menanyakan ke pihak Kejari Ketapang mengenai persoalan ini. “Kata teman saya ternyata pak Kejari tak pernah minta ditelpon apalagi minta uang. Orang yang minta itu modus penipuan,” tegasnya.

Penulis: Subandi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved