Bupati Landak Ajak Pelajar Cegah HIV/AIDS

Pawai yang diikuti puluhan remaja-remaja sekolah se-Kota Ngabang ini, dimulai dari Kantor Bupati Landak kemudian menuju Tugu Pal 2 Kota Ngabang.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Arief
TRIBUN/ALF
Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot menandatangani spanduk mencegah penularan HIV/AIDS di Landak pada Jumat (18/12/2015). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pada peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember dan Hari Keluarga Nasional Indonesia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Landak melaksanakan pawai kreatif bersama para pelajar di Kota Ngabang, Jumat (18/12/2015) pagi

Pawai yang diikuti puluhan remaja-remaja sekolah se-Kota Ngabang ini, dimulai dari Kantor Bupati Landak kemudian menuju Tugu Pal 2 Kota Ngabang.

Selain itu juga para remaja ini membagi-bagikan pita merah kepada penggendara yang lewat, dan kepada masyarakat di warung kopi.

Ketua Pelaksana KPA Landak, Theresia Limawardani, mengatakan, tema nasional tahun ini adalah saatnya semua bertindak agar Indonesia zero AIDS pada 2030.

"Jadi kita mulai dari sekarang harus menangglanggi HIV/AIDS, maka dari itu tidak lupa kita juga mengajak remaja-remaja pelajar," ujarnya

Dijelaskannya lagi, seperti kita ketahui bersama ada beberapa cara penularan HIV/AIDS. Antara lain melalui transfusi darah, transplansi organ tubuh yang tersetang HIV, penggunaan jarum suntik atau tato atau tindik tidak steril, dan hubungan seksual dengan penderita HIV itu sendiri.

Sehingga tujuan dari kegiatan tersebut adalah, untuk meningkatkan kepedulain kepada saudara-saudara kita yang menderita HIV/AIDS. Serta meningkatkan peran-peran remaja khususnya di Kabupaten Landak agar aktif.

"Sehingga kita harap para remaja ini mau nntuk berpartisipasi aktif, dalam mencegah tertularnya HIV/AIDS. Kemudian meningkatkan peran keluarga melalui delapan fungsi keluarga, sebagai dasar ketahanan keluarga yang tangguh dan berbudaya," terang Theresia

Disampaikan Kepala Bappeda Landak ini, kegiatan tersebut juga terlaksana dengan baik berkat kerja sama antara KPA Landak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kalbar, pusat informasi remaja Landak, Forum Anak Daerah (FAD), dan Palang Merah Remaja (PMR).

Oleh sebab itu, Theresia juga berpesan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari diri dari masalah yang berkaitan dengan HIV/AIDS adalah mendekatkan diri dengan Tuhan. "Jadi kita juga harus menguatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa," ungkapnya

Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot berpesan, remaja jangan sampai salah langkah. Sebab biasanya remaja ini gemar coba-coba, karena memiliki rasa keingintahuan yang besar.

"Sebagai remaja, harus mampu memberikan dan membentengi diri dengan iman serta takwa terhadap TuhanYang Maha Esa. Jadi isi hari-hari kalian dengan menggali ilmu-ilmu agama, menambah iman dan meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa," harap Bupati

Diterangkan Adrianus, iptek memang penting tapi itu tidak cukup sebagai bekal. Namun yang paling penting adalah mengikuti ajaran agama. "Mengenai HIV/AIDS, percuma saja jika banyak program-progteam tentang AIDS tapi sebagai remaja tidak memiliki benteng yang kuat," paparnya.

Sehingga untuk menghindari HIV/AID harus jauh dari narkoba dan seks bebas yang sangat berbahaya, kesadaran diri sendiri adalah hal yang penting. "Remaja harus mampu menjadi duta, pelopor, teladan, dan paling penting adalah berani mengingatkan teman sebaya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved