Opini

HIV AIDS Membunuhku

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia.

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
Net
Ilustrasi 

Oleh: Oki Juliansyah 

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Momen ini ada untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sedunia terhadap penyakit mematikan yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Penyakit ini diawali dengan aktifitas yang sangat rentan terjadi pada semua orang, apalagi penyakit ini sudah mulai tersebar dipelosok desa seluruh dunia dan telah membunuh ribuan manusia diseluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia.

Ada yang bilang penyakit HIV/AIDS ini terjadi bermula dari hewan Simpanse dan ada yang bilang penyakit ini adalah ciptaan manusia. Pada dasarnya ini semua adalah sebuah pemahaman yang tak memiliki alur yang menarik untuk dibahas karena ini semua hanya sebuah konsfirasi kalangan yang ingin menakuti para pihak yang berkepentingan.

HIV/AIDS terjadi akibat adanya sebuah budaya dikalangan semua orang yang tak mengenal ajaran agama yang mengatur sendi-sendi kehidupan dimuka bumi ini. Sehingga panduan kehidupan yang telah diatur oleh agama diubah dengan siknifikan oleh tangan-tangan manusia yang ingin menghancurkan aktifitas kesucian umat manusia.

Ini yang menyebabkan semua kehidupan yang ada di muka bumi ini mulai tergoyahkan diluar panduan agama.Kehancuran itu mulai-mulai menggerogoti semua kalangan terutama pemuda-pemudi yang masih mengenal dunia kecil. Narkoba, merokok, minumam-minuman beralkohol serta pergaulan bebas diluar pernikahan yang suci menjadi kebudayaan yang kerap terjadi di seluruh kalangan, belum lagi pergaulan bebas yang sejenis dengan mengatas namakan cinta dan ujung-ujungnya mengangkat nama HAM untuk menjadikan tameng untuk mengeksplor aktifitas pemahaman mereka. Ini semua tak lepas dari kejauhan semua manusia dari agama yang dipegangnya.

Maka dari itu hari HIV/AIDS ini bukan hanya sekedar hari memperingati saja tanpa ada penyelesai yang konkrit bagi seluruh kalangan yang suka mensuarakan. Tapi hari HIV/AIDS ini jadikan hari dimana seluruh kalangan apakah itu muda, dewasa, tua, miskin, kaya sebagai hari evaluasi besar-besaran untuk mengubah sikap sebagai karakter yang dikelola oleh agama yang mengatur sendi-sendi kehidupan yang baik untuk kehidupan yang layak dan damai. Menjadi karakter yang sesuai dengan agamanya masing-masing tanpa mengubah esensi dari agama itu sendiri. Karena agama yang kita percaya masing-masing itu adalah tuntunan tuhan yang harus dilaksanakan di dunia.

Penulis: Aktivis KAMMI Daerah Pontianak 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved