Regi Panik Usai Ditipu "Mama Minta Pulsa"
Saya di telepon dari nomor baru, ia bilang kakak saya ditangkap karena kasus narkoba. Ia pertamanya meminta uang, tapi saya bilang hanya ada 1 juta
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Regi (16) datang ke Polsek Sukadana, Kayong Utara, dengan wajah bingung. Dia baru saja tertipu dengan modus minta transfer pulsa.
Ia mengaku diminta pulsa dengan alasan sang kakak tersandung kasus narkoba yang saat ini ditangani oknum kepolisian. Oknum yang mengaku menangani kasus narkoba itupun mendesak Regi untuk mengtranfer pulsa ke dua nomor berbeda.
Menurut Regi, masing-masing nomor harus ditransfer pulsa sebesar Rp 500 ribu. Regi pun dengan panik, tidak berpikir panjang lagi langsung memberitahu ibunya kalau sang kakak ditahan polisi.
Penelepon itu meminta ditransfer pulsa agar agar kasus yang menjerat kakaknya bisa diselesaikan dengan cara damai.
Regi pun langsung pergi ke konter, dan mengirim pulsa yang diinginkan oknum polisi. Namun setelah Regi mengirim pulsa sebesar 500 ribu ke dua nomor berbeda, sang oknum polisi gadungan ini menghubungi Regi lagi, dan meminta ditransfer pulsa sebesar Rp 200 ribu.
Karena uang yang di bawa tidak cukup, ia kemudian bergegas pulang ke rumah, untuk meminta uang kepada orangtuanya. Sesampainya di rumah, orangtuanya telah menghubungi sang kakak, ternyata sang kakak saat itu sedang baik-baik saja.
“Saya di telepon dari nomor baru, ia bilang kakak saya ditangkap karena kasus narkoba. Ia pertamanya meminta uang, tapi saya bilang hanya ada 1 juta, terus kata dia transfer pulsa saja, tidak usah ditransfer uang. Lalu saya pergi ke konter, saya kirim 500 ribu ke dua nomornya,“ kata Regi saat melaporkan aksi penipuan ini ke Polsek Sukadana, Rabu (25/11/2015).
Sementara itu, anggota Polsek Sukadana Briptu Rudi Afrianto membenarkan kalau ada warga yang tertipu dengan modus yang dikenal "mama minta pulsa".
Menurut Briptu Rudi, aksi penipuan yang mengatas namakan kepolisian ini membuat korban mengalami kerugian sebesar 1 juta rupiah, karena korban diketahui mengirim pulsa sebesar 500 ribu ke dua nomor korban.
Bahkan korban diminta lagi untuk mengirim pulsa sebesar 200 ribu. Namun beruntung korban sudah menyadari kalau dirinya hanya ditipu pelaku yang mengatasnamakan polisi.
Atas kejadian ini, Kapolsek Sukadana Iptu Hoerrudin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terburu-buru mempercayai telepon atau sms yang isinya meminta uang atau pulsa.
Biasanya penelepon akan mengatasnamakan undian hadiah ataupun kepolisian. Kalau pun ada yang mendapat telepon ataupun sms sebaiknya mengecek dulu kebenarannya, atau melaporkan dulu ke pihak kepolisian terdekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/regi-korban-penipuan_20151126_171051.jpg)