Rupiah Mencoba Bangkit

Pelaku pasar memilih mengamankan dana di aset safe haven seperti USD," kata Ariston seperti dikutip Kontan.

Editor: Arief
KOMPAS.COM/JITET
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada awal perdagangan di pasar spot Selasa (17/11/2015) mencoba bangkit setelah kemarin melorot tajam.

Data Bloomberg, menunjukkan hingga pukul 09.00 WIB, mata uang garuda berada di posisi Rp 13.711 per dollar AS, lebih tinggi dibandingkan penutupan kemarin pada 13.749.

Pada pembukaan pasar, rupiah sempat menguat dengan berada di bawah level 13.700, tepatnya di posisi 13.683.

Kemarin rupiah tersungkur akibat terkena imbas serangan teroris di Paris, yang membuat gaduh pasar. Para pemodal mencari aman, dengan memegang dolar AS.

Di pasar spot, Senin (16/11/2015) rupiah tertekan 0,47 persen di level Rp 13.749 per dolar AS. Sementara kurs tengah Bank Indonesia berada Rp 13.732 per dollar AS atau turun menyusut 0,7 persen.

Ariston Tjendra, Senior Research and Analyst Monex Investindo Futures, menjabarkan, pelemahan rupiah dipicu aksi teror di Prancis Jumat (13/11/2015) lalu. Keadaan semakin diperburuk dengan aksi serangan udara balasan dari Prancis ke pusat ISIS di Raqqa, Suriah.

"Pelaku pasar memilih mengamankan dana di aset safe haven seperti USD," kata Ariston seperti dikutip Kontan.

Fokus perhatian pasar masih tertuju pada rapat FOMC. "Pergerakan rupiah pekan ini cenderung koreksi di Rp 13.650-Rp 13.900 per dolar AS," sebut Ariston.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved