Breaking News:

BKSDA Rancang Taman Wisata Alam Sungai Liku

Karena dia merupakan wilayah dengan topografi mangrove sehingga diharapkan dapat menghindari abrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
BKSDA Kalbar saat menggelar konsultasi publik penataan blok dan RPJP TWA Sungai Liku Paloh di Sambas, Kamis (12/11/2015). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mulai melakukan konsultasi publik penataan blok dan rencana pengelolaan jangka panjang Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Liku Kecamatan Paloh Kab Sambas, Kamis (12/11/2015).

Kepala BKSDA Kalbar melalui Kasi Wilayah III, P Samosir mengatakan, perancanangan dan penataan TWA ini dipandang perlu lantaran TWA ke depannya diharapkan dapat selalu terjaga keutuhan kawasan ini serta meningkatkan daya dukung dan kualitas dari TWA ini.

"Karena dia merupakan wilayah dengan topografi mangrove sehingga diharapkan dapat menghindari abrasi," ujarnya kepada Tribun saat ditemui di aula Inspektorat Sambas, Kamis .

Selain itu diharapkan dengan keberadaan TWA ini nanti sebagai habitat flora dan satwa sebagai mata rantai kehidupan sehingga perlu dijaga betul.

"Maka potensi ini dapat dikembangkan untuk penelitian dan pembelajaran, bahkan pada zona tertentu sebagai tempat pariwisata terutama ekowisata," jelasnya.

Sehingga dalam menyusun RPJP ini pihaknya perlu menghimpun masukan dari semua pihak supaya bisa memberikan masukan positif dalam penataan perencanaan.

"Tenaga ahli dan masyarakat sekitar penting kita libatkan agar dapat memberikan masukan dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya sendiri," ujarnya.

Dijelaskan penunjukkan kawasan Taman Wisata Alam Sungai Liku yang terletak pada Desa Sebubus, Desa Nibung dan Desa Malek di Kecamatan Paloh ini berdasarkan SK Nomor 259/Kpts-II/2000 Tgl 23 Agustus 2000.

Dalam SK tersebut, kawasan hutan Sungai Liku ditunjuk sebagai kawasan hutan tetap dengan fungsi TWA seluas sekitar 821,3 hektare.

Sementara penetapan kawasan berdasarkan SK. 137/Menhut-II/2004 Tgl 5 Mei 2004 kawasan sungai Liku ditetapkan saebagai kawasan hutan tetap dengan fungsi Taman Wisata Alam

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved