Pilkada Serentak

Pasangan Calon Inginkan Pilkada Damai

kita harapkan pengawasan yang dilakukan panwas lebih aktif lagi, isu SARA di media sosial ini sudah menimbulkan keresahan di masyarakat

Penulis: Ali Anshori | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Abang Tajudin, Ketua Tim pemenangan pasangan cabup-cawabup nomor urut 2, Firman Muntaco-Jhon Murkanto, berharap kepada Panwaslu Melawi tidak hanya mengawasi tentang Alat Peraga Kampanye (APK), namun juga harus mengamati etika kampanye dan tim sukses paslon.

Kata Tajudin, kampanye yang dilakukan tim paslon saat ini sudah mengarah pada isu SARA dan fitnah yang bisa membuat keresahan sosial di masyarakat. Terutama kampanye di jejaring sosial Facebook.

"Jadi kita harapkan pengawasan yang dilakukan panwas lebih aktif lagi, isu SARA di media sosial ini sudah menimbulkan keresahan di masyarakat, harusnya juga ada upaya penertiban dari panwas," kata Tajudin, Rabu (3/11/2015).

Tajudin juga menyampaikan harapannya, pelaksanaan Pilkada Melawi 2015 bisa berlangsung aman dan damai. Jangan sampai karena ulah segelintir oknum tak bertanggung jawab masyarakat jadi terprovokasi.

"Siapapun itu, kita mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga berlangsung pilkada di Melawi, maka dari itu saya harap semuanya bisa menyikapi isu yang berkembang dengan arif dan bijaksana, khusus kepada panwas kami minta pengawasan dimaksimalkan," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kluisen selaku ketua tim pemenangan pasangan nomor urut 1 Panji-Dadi Sunarya. Dia berharap pelaksanaan pilkada bisa berjalan dengan aman dan lancar, setiap tim maupun relawan dipersilahkan berkampanye asal dengan cara yang santun.

"Kalaupun ada isu yang tidak bertanggung jawab jangan terlalu ditanggapi, kita harus sama-sama mengawasi jalannya pelaksanaan pilkada ini supaya semuanya bisa lancar," tandasnya.

Kata Kluisen, siapapun ingin Pilkada Melawi berjalan aman dan damai. Perbedaan pendapat bukan menjadi masalah yang besar, karena semua orang mempunyai hak untuk menentukan pilihan.

"Siapapun bebas menentukan pilihan, dan yang terpilih itu berarti yang terbaik, kita ingin pilkada berjalan dengan lancar," katanya.

Sebelumnya beredar isu dari jejaring sosial facebook pendukung satu diantara calon memosting status provokatif dan berbau SARA. Status tersebut langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak, namun tak lama kemudian status tersebut hilang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved