DPRD Sanggau Desak PTPN XIII Benahi Manajemen Perusahaan

Saya minta perusahaan milik BUMN ini dalam pembayaran TBSnya disesuaikan dengan Permentan yaitu ketetapan harga yang dibuat melalui SK Gubernur.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Mirna Tribun
Net
Ilustrasi buruh. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SANGGAU - Wakil Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason mendesak adanya pembenahan manajemen PTPN XIII Kecamatan Meliau lantaran pihak perusahaan membedakan pembelian TBS petani, antara Inti, Plasma dan petani pihak ketiga atau petani mandiri.

“Saya minta perusahaan milik BUMN ini dalam pembayaran TBSnya disesuaikan dengan Permentan yaitu ketetapan harga yang dibuat melalui SK Gubernur, ” tegasnya, Jumat (23/10/2015).

Politisi Golkar ini menilai tidak ada alasan pihak perusahaan membeli TBS petani dengan harga yang berbeda yang tidak mengacu pada Permentan.

“Mereka sudah memiliki kontrak kerjasama, harusnya tidak ada perbedaan harga. Perusahaan ini sewaktu harga CPO naik ada kah mereka sesuaikan dengan pembelian TBS para petani, kan tidak ada setahu saya. Apalagi PTPN ini milik Negara masa takut memberikan bantuan kepada petani, ” jelasnya.

Bahkan lanjut Ason, DPRD sudah melakukan rapat dengan Direksi PTPN XIII ini di Pontianak beberapa waktu lalu. Kita juga sudah memberikan rekomendasi yang salah satu poitnya adalah membayar TBS petani mandiri mengikuti Permentan.

“Pihak perusahaan sanggup membeli dengan harga Rp 1.100 rupiah per kilogramnya. Sekarang saya dengar malah dibeli Rp 800 rupiah per kg, ” ujarnya.

Ason menambahkan, apabila melihat perkembangan sekarang, harga CPO sudah mencapai Rp 6 ribu sampai Rp 7 ribu. Jadi TBS masih bisa dibeli dengan harga Rp 1.100 rupiah sampai Rp 1.200 rupiah.

Ason menilai apabila perusahaan milik negara sudah tidak bisa memberikan contoh yang baik terhadap perusahaan swasta terutama tentang ketetapan harga, bagaimama dengan perusahaan lainnya. “Kita akan ada rencana mengkaji keberadaan perusahaan milik Negara yang ada di Kabupaten Sanggau ini, supaya memberikan contoh yang baik, ” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved