Setara Institute Minta Tinjau Program Bela Negara

program bela negara yang digulirkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu perlu ditinjau kembali.

Setara Institute Minta Tinjau Program Bela Negara
net
Hendardi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai, program bela negara yang digulirkan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu perlu ditinjau kembali. Menurut dia, tidak ada rugensi pelaksanaan program tersebut.

"Kami mendesak agar program bela negara ini ditinjau kembali," kata Hendardi, di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Konteks ancaman negara yang ada saat ini berbeda dengan konteks ancaman negara pada zaman dahulu. Jika dulu ancaman negara dalam bentuk nyata berupa musuh, kini intervensi yang dilakukan negara lain menggunakan cara yang lebih modern.

Selain itu, Hendardi menilai, program bela negara dikhawatirkan akan tumpang tindih dengan sistem pendidikan yang ada di sekolah. Saat ini sudah ada mata pelajaran kewarganegaraan yang menjadi kurikulum wajib setiap sekolah.

"Kalaupun ada program bela negara, sebaiknya melebur dengan kurikulum di sekolah. Bukan menjadi sebuah proyek sendiri sebuah kementerian," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara tidak menyebutkan secara tegas apa itu program bela negara. UU hanya merinci apa saja program keikutrsertaan warga dalam upaya bela negara, yaitu pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran, pengabdian sebagai prajurit TNI baik sukarela atau wajib, serta pengabian sesuai profesi.

"Lalu pelatihan bela negara itu seperti apa? Bukannya sudah ada UU itu tadi di Pasal 9?" kata Bonar.

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved