Oknum Guru SD di Pontianak Cabuli Siswinya Hingga Tiga Kali di Ruang Guru

SD malah tega-teganya mencabuli anak didiknya yang masih duduk di kelas VI di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Pontianak.

Oknum Guru SD di Pontianak Cabuli Siswinya Hingga Tiga Kali di Ruang Guru
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
SD (baju biru) saat dihadapkan dengan awak media di Mapolresta Pontianak Kota, Selasa (20/10) siang. SD merupakan guru olahraga yang tega mencabuli siswinya di ruang guru di satu diantara sekolah dasar negeri di Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Bukannya mengajari anak didiknya dengan ilmu pengetahuan, SD malah tega-teganya mencabuli anak didiknya yang masih duduk di kelas VI di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Pontianak. SD diduga telah mencabuli siswinya sebanyak tiga kali di ruangan guru.

Awal Agustus lalu menjadi awal perbuatan bejat SD terhadap siswinya. Tidak cukup sekali melakukan perbuatan tak senonohnya, seminggu kemudian ia kembali melampiaskan nafsunya kepada anak didiknya. Bahkan aksi ini kembali dilakukannya pada awal September lalu.

Agar perbuatannya tidak diketahui siapapun, oknum guru bejat ini memberi korban uang sebesar Rp 10 ribu agar siswinya bungkam. Ia meminta kepada korban untuk tidak menceritakan apa yang telah dilakukannya kepada siapapun.

Saat dihadapkan dengan awak media, tersangka berdalih perbuatan itu dilakukannya diluar kesadaran. “Saya seperti dihasut setan. Dia waktu itu saya panggil ke ruang guru, lalu saya peluk dan cium,” ujar tersangka sembari tersedu.

Diketahui, SD yang merupakan guru olahraga di sekolah tersebut sebelumnya tidak serta merta ditangkap pihak kepolisian. Ia memenuhi panggilan kepolisian atas laporan tindak pencabulan yang dibuat oleh orangtua korban di Mapolresta Pontianak.

SD mengakui dirinya tergiur dengan penampilan korban, sehingga nekat melakukan perbuatan tak senonoh seperti itu. “Saya minta maaf kepada keluarga korban atas apa yang telah saya lakukan. Saya berharap kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan,” pinta pria berusia 53 tahun tersebut di Mapolresta Pontianak Kota, Selasa (20/10/2015) siang.

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved