Munas VIII Kadin

Kadin Kalbar Angkat Isu Tambang dan Perbatasan ke Pusat

Dengan dibukanya dry port di sana terangnya tentu akan membantu dalam hal efesinsi produk unggulan Kalbar sehingga daya saing akan tinggi.

TRIBUN PONTIANAK/STEVEN GREATNESS
Ketua Kadin Kalbar Santyoso Tio 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Santyoso Tio, memastikan delegasi Kalbar ikut serta dalam Musyawarah Nasional (Munas) Kadin yang akan dibuka, Senin (19/10/2015) malam.

Presiden Joko Widodo, dijadwalkan akan hadir memberikan sambutan sekaligus membuka Munas VIII Kadin.

"Kita akan ikut dan hadir di dalam Munas di Jakarta yang berlangsung sejak 19-22 Oktober 2015," ujarnya kepada tribunpontianak.co.id di ruang kerjanya, Minggu (18/10/2015)

Santyoso mengatakan, Kadin Kalbar dalam Munas Kadin akan memperjuangkan aspirasi pengusaha Kalbar agar bisa diangkat untuk mencarikan solusi bersama-sam atau akan menjadi rekomendasi Kadin pusat untuk disampaikan ke pemerintah. Sejumlah rekomendasi yang akan mereka bawa dan perjuangkan meliputi soal pertambangan.

Menurutnya dalam hal pertambangan bagaimana agar dibuka kembali kran ekspor tambang berupa bauksit. Hal itu mengingat sektor tersebut di Kalbar katanya mampu menyerap 40 ribuan pekerja. Sehingga bagaiman pemeritah membuat kebijakan ekonomi yang mendukung itu agar bergairah kembali di Kalbar.

Masalah perbatasan terutama di daerah Entikong juga menjadi perhatian. Kadin Kalbar akan mendorong pemerintah segera mungkin untuk membuka pintu ekspor impor di sana tanpa meniadakan pasar tradisional yang telah ada.

Dengan dibukanya dry port di sana terangnya tentu akan membantu dalam hal efesinsi produk unggulan Kalbar sehingga daya saing akan tinggi. Sementara daya saing Kalbar masih rendah lantaran faktor pendukung atau fasilitasnya untuk mengurangi biaya logistik masih minim.

Penulis: Dedy
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved