Kembangkan Benih Lokal Jadi Unggulan Nasional
Pengawas Benih Tanaman, Dinas Pertanian Landak, Benhard Samosir, mengatakan padi lokal palawakn’g merupakan ciri khas Daerah Kabupaten Landak.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,LANDAK - Pengawas Benih Tanaman, Dinas Pertanian Landak, Benhard Samosir, mengatakan padi lokal palawakn’g merupakan ciri khas Daerah Kabupaten Landak. Padi Palawakn’g yang artinya padi yang memiliki rasa atau aroma wangi dan pulen, sehingga tetap dibudidayakan oleh masyarakat setempat.
Pada awalnya, padi ini diperuntukkan hanya untuk tamu-tamu yang dihormati yang berkunjung dirumah dan hanya untuk acara-acara Adat. Seiring perkembangan zaman, padi tersebut mulai langka keberadaannya.
Karena kemurniannya diragukan, sebab telah tercampur dengan padi jenis lain. Jenis padi ini telah lama diusahakan oleh petani secara turun temurun, namun produksinya masih rendah karena cara budidaya yang dilakukan masih bersifat konvensional.
"Jadi ada tiga jenis padi Palawak’ng yang kita murnikan, yaitu Gaeng, Salon, dan Balacat’n," ujar Benhard pada Senin (5/10/2015).
Dimana beberapa waktu lalu sudah panen pemurnian padi lokal palawakn'g gaeng, salon, dan balacat'n bersama petani di Dusun Otoledang Desa Kejanji Paedang, Kecamatan Sengah Temila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/benih-padi_20150619_101049.jpg)