Opini
Politik Magis
Ketika dimulai proses pencalonan kepala daerah, anggota tim sukses seorang calon mendatangi orang pintar untuk minta petunjuk.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Mirna Tribun
Oleh P. Florus
Gosip seputar politik yang paling keren, menurut saya, adalah adanya kesukaan para calon / politisi menggunakan "orang pintar" (dukun, paranormal baik yang asli maupun palsu) untuk memuluskan jalannya agar terpilih, lalu duduk di kursi kekuasaan.
Ini kita sebut gosip, karena banyak orang suka membicarakan atau memberitakannya dari mulut ke telinga dengan gaya bicara meyakinkan, namun tanpa dapat menunjukkan bukti akurat nyata terpercaya. Dengan demikian, pembaca tulisan ini tidak perlu mempercayai gosip ini.
Ketika dimulai proses pencalonan kepala daerah, anggota tim sukses seorang calon mendatangi orang pintar untuk minta petunjuk. Orang pintar itu segera membakar dupa, melakukan ritual penerawangan dengan bersemedi.
"Calon kalian dapat menang kalau dipasangi mahkota trisakti," kata mbah Dukun.
Lalu terjadi negosiasi. Setelah ada kesepakatan, mahkota trisakti imajiner dipasangkan di kepala sang calon dengan imbalan Rp 20 juta.
Sang calon terpilih, menang dengan perbedaan suara menyakinkan terhadap lawan politiknya. Kenyataan itu membuat orang pintar tersebut naik pamor. Lebih penting lagi, calon terpilih yang kini duduk di singgasana kekuasaan, percaya bahwa dirinya telah ditolong oleh suatu kekuatan supranatural melalui (perantara) orang pintar itu. Oleh sebab itu, ketika ia berkuasa, dengan mudah para dukun lain juga mendekatinya.
Ada kepercayaan umum bahwa seorang penguasa sering terancam oleh berbagai kekuatan jahat black magic. Lawan-lawan politik dan kelompok yang tidak suka kepadanya dapat menyerangnya dengan santet atau pulung. Jika secara fisik dan psikis dia lemah, maka penyakit aneh hinggap mendera. Penyakit yang tidak dapat didiagnosa secara medis oleh dokter berdasarkan ilmu kesehatan modern.
Pengamanan supranatural diperlukan. Maka mulailah sang penguasa itu membentengi diri dengan kekuatan-kekuatan magis yang diyakininya. Para orang pintar memberikan pengamanan menggunakan jimat ajikuat anti pulung, jimat naga pelumpuh santet, batu petir penangkal tungkal, cakra pelindung jiwa, dan sebagainya. Nama-nama yang mungkin terdengar aneh, tetapi familiar di dunia gosip.
Sang penguasa juga harus percaya diri, tampil dengan wibawa penuh di depan publik, bicara lantang didengarkan semua orang, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Auranya harus selalu bersinar layaknya seorang pemimpin besar.
Untuk itu, dia perlu dibekali dengan batu pembungkam ilmu, tiara rantai sinar pagi, taring buntat beruang gunung, dan baju sisik naga terbang. Rumah dan kantornya harus dipasang "pagar" pada tujuh mata angin. Pagar itu namanya Benteng Kabut Asap.
Nah, namanya gosip, maka jangan dibaca serius. Jangan pula bertanya kepada saya di mana dapat memperoleh semua "pengaman" yang namanya kedengaran aneh-aneh itu. Sebab, kalau Anda bertanya kepada saya, maka ketahuanlah bahwa Anda seorang penganut politik magis.
Penulis Aktivis Pengembangan Ekonomi Kerakyatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/p-florus-aktivis_20151001_112105.jpg)