Darurat Asap

BMKG Prediksi Kekeringan Terjadi hingga Sebulan ke Depan

Kondisi cuaca di Ketapang dan Kayong Utara diprediksikan hingga satu bulan ke depan masih kekeringan

Penulis: Subandi | Editor: Arief
TRIBUN/BND
Tim gabungan rapat di posko darurat siaga bencana asap di depan Kantor BPBD Ketapang, Senin (28/9/2015). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Polri, TNI, Pemda Ketapang, pemadam kebakaran, Dinas Kehutanan, Dinas Kesehatan dan lain-lain mengelar rapat terkait kondisi cuaca Ketapang. Rapat berlangsung di posko tanggap darurat halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Senin (28/9/2015).

Pada rapat ini Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Kelas III Ketapang merekomendasikan Pemda Ketapang memperpanjang satgas tanggap darurat penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan hingga satu bulan ke depan.

“Kondisi cuaca di Ketapang dan Kayong Utara diprediksikan hingga satu bulan ke depan masih kekeringan. Memang diperkirakan ada potensi curah hujan hanya di bawah normal,” kata Kepala BMKG Kelas III Ketapang, Nul Alim di Ketapang, Senin.

Rekomendasi itu menurutnya untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Di antaranya terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di Ketapang hingga menimbulkan kabut asap. “Diperkirakan hujan akan turun intensif awal November nanti,” ucapnya.

Rekomendasi itu juga karena tim gabungan posko tanggap darurat. Menurutnya hingga saat ini masih melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Ketapang. Di antaranya seperti di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan.

“Jadi intinya untuk posko tanggap darurt bencana asap karena kebakaran hutan dan lahan ini kita rekomendasikan untuk diperpanjang. Keputusannya kita serahkan kepada Pemda Ketapang untuk menindaklanjuti rekomdasi BMKG Ketapang ini,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved