Kebakaran Ruko di Kuala Ambawang
BREAKING NEWS: Kerumunan Warga Sempat Sulitkan Pemadam Kebakaran
Sanusi mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan menjinakkan api, karena sedikitnya sumber air yang ada di lokasi kebakaran.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua Pemadam Kebakaran Pancasila Abadi (PKPA) 86, Sanusi, mengatakan pihaknya mengetahui adanya kebakaran melalui informasi panggilan telepon seluler sekitar pukul 20.15 WIB.
Namun begitu, tiba di lokasi kebakaran, sejumlah armada pemadam kebakaran swasta dari berbagai badan atau yayasan telah tiba terlebih dahulu.
"Kita berfokus mengisolir bangunan-bangunan di sekitar ruko, karena di belakang banyak pemukiman warga, di sebelahnya juga ada bangunan," jelasnya.
Sanusi mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan menjinakkan api, karena sedikitnya sumber air yang ada di lokasi kebakaran.
"Tadi kita sempat kesulitan air, karena ndak ada sungai atau saluran parit yang ada airnya. Untung tadi kita dikasih tahu ada sumur tempat pencucian kendaraan, akhirnya pakai air itu, sambil menunggu rekan-rekan pemadam lainnya yang membawa air tangki," ungkapnya.
Selain itu, banyaknya kerumunan warga yang penasaran sehingga ingin menyaksikan lebih dekat juga membuat petugas kesulitan untuk mengakses lokasi kejadian.
"Kita imbau, jika sewaktu-waktu ada kebakaran, warga kita minta dengan hormat untuk dapat memberi ruang bagi kita untuk memadamkan api, jangan justru malah menghambat dengan memenuhi lokasi, ke tepi jalankan cukup," tegasnya
Diberitakan sebelumnya sebanyak tiga rumah toko (Ruko) ludes terbakar di Jl Trans Kalimantan, Parit Mesegi, Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Jumat (4/9/2015) malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ruko-ambawang-terbakar-2_20150904_232006.jpg)