Prestasi Membanggakan Andika Rama di Sirkuit Silverstone

Meski hanya juara pertama yang akan berlanjut ke tingkat selanjutnya, namun torehan ini merupakan prestasi yang membanggakan

Editor: Arief
IST
Andika Rama Maulana (kiri) pembalap asal Indonesia yang berhasil menempati urutan kedua Nissan GT Academy di Grup Asia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANGERAN – Andika Rama Maulana peserta Nissan GT Academy yang mewakili Indonesia di Grup Asia berhasil menempati urutan kedua, setelah berhasil mengalahkan para finalis dari Jepang, Thailand, dan India di Sirkuit Silvertone, Inggris, Jum’at (20/8/2015).

Meski hanya juara pertama yang akan berlanjut ke tingkat selanjutnya, namun torehan ini merupakan prestasi yang membanggakan. Pasalnya Indonesia baru kali pertama ikut dalam ajang bergengi Nissan Academy yang pesertanya dari seluruh penjuru dunia. Selain itu juga peserta yang terbilang masih muda dan tidak pernah sama sekali mengikuti balap sesungguhnya.

“Meskipun umur para peserta Indonesia masih terbilang muda, namun mereka memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini berhasil mereka buktikan dari prestasi yang berhasil diukir di Sirkuit Silverstone. Indonesia tampil sebagai juara ke-2, dengan menyisihkan finalis dari negara lain antara lain Jepang, Thailand dan India,”  ujar Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing PT Nissan Motor Indonesia, Jumat (28/8/2015). 

Meski diuntungkan dengan pole position pada awal laga, Andika Rama akhirnya dipaksa untuk mengakui ketangguhan Jose Gerard Policarpio pembalap asal Filipina, yang finis di posisi pertama dan mengukuhkan diri sebagai Juara Nissan GT Academy 2015. Selisih waktu hanya terpaut 0.288 detik dari juara pertama.

Saat berbincang dengan Otomania di booth Nissan dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Andika Rama Maulana mengatakan, dirinya mengaku belum pernah berlatih atau balapan mobil sesungguhnya, hanya dari di video game. Namun dari kemahiranya bermain game, Rama akhirnya bisa menjadi pembalap sungguhan.

“Pelatihan balap sungguhan yang diberikan di Nissan GT Academy hanya tujuh hari, namun saya bersyukur dapat dengan baik menyerapnya dan bisa mengaplikasikannya di sirkuit sungguhan. Saya sendiri memang suka game balap sejak dari taman kanak-kanak hingga sekarang. Semoga tahun depan, gamers indonesia yang ikut di Nissan GT Academy akan lebih baik dengan bisa menyabet juara pertama,” ujar pemuda berusia 21 tahun.

Pada tahap Race Camp ini, peserta Nissan GT Academy harus melewati beberapa tahapan test seperti test fisik (GT Ninja), tes kemampuan menyetir (Sand Buggy Challenge, Gymkhana, Stock Car Race, Formula Silverstone, Nissan 370z) dan perilaku dengan mengikuti serangkaian wawancara.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved