Karnaval Khatulistiwa

Presiden Jokowi Lepas Karnaval Air di Sungai Kapuas

Sebelum melepaskan karnaval perahu hias tersebut, Jokowi tetap dengan ramah dan senyum menyapa masyarakat

Editor: Arief
Tribun Pontianak/Leo Prima
Replika naga dibuat di Rumah Radakng untuk mengikuti Karnaval Khatulistiwa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah menyaksikan pelepasan Karnaval Khatulistiwa darat di Rumah Radankg Pontianak, Presiden Jokowi langsung melepaskan karnaval di air, di kompleks Masjid Jami Sultan Abdurrahman Alkadrie, Pontianak, Sabtu (22/8/2015) sore.

Jokowi dan Gubernur Kalbar Cornelis yang didampingi istrinya masing-masing, melepaskan karnaval perahu hias, dari kapal TNI yang telah disiapkan oleh pantia.

Sebelum melepaskan karnaval perahu hias tersebut, Jokowi tetap dengan ramah dan senyum menyapa masyarakat Pontianak, yang sangat antusia untuk menyaksikan acara puncak hari kemerdekaan ini.

Jokowi bersama rombongan, langsung menyeberang sungai Kapuas dari Taman Alun-alun Kapuas menuju Masjid Jami Sultan Abdurrahman Alkadrie, untuk melepaskan karnaval perahu hias tersebut.

Pada kesempatan itu, Presiden mengajak seluruh masyarakat Pontianak untuk menjaga dan memanfaatkan sungai Kapuas sebagai sarana transportasi dan jalur perekonomian.

"Saya harapkan keberadaan sungai kapuas tetap dapat menjadi sarana transportasi, sarana ekonomi sekaligus bisa menjadi sarana transportasi bagi masyarakat Pontianak," katanya sesaat membunyikan sirene tanda dilepasnya kapal hias pada rangkaian karnaval sungai di Pendopo Masjid Jami Sultan Abdurrahman, Sabtu.

Ratusan masyarakat Pontianak dan sekitarnya tumpah di halaman Masjid Jami untuk menyaksikan 300 perahu hias dari berbagai wilayah di Indonesi dan luar negeri menyusuri sungai Kapuas.

Sementara saat berada di panggung kehormatan di Taman Alun-alun Kapuas, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat, khusunya Pontianak. Menurutnya, masyarakat telah memberikan apresiasi yang luar biasa dari mulai karnaval sampai berakhirnya karnaval ini.

Dengan apresiasi dan antusiasme masyarakat ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa kita semua harus optimis menatap Indonesia yang lebih baik. "Jangan ada masyarakat pesimis dalam menatap kedepan. Karena dengan optimis, kita bisa menghadapi tantangan di depan," katanya. (rul/dan/qky)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved