Suami Bunuh Istri

Menyesal Bunuh Istri, Lukman Menangis Terisak

Saya sering ikut pengajian. Istri juga ikut kegiatan Yasinan di gang. Istri saya tersayang. Betul-betul tersayang

Menyesal Bunuh Istri, Lukman Menangis Terisak
TRIBUN PONTIANAK/RIDHOINO
Tersangka Lukman Tubagus saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di ruang Kasat Reskrim Polres Singkawang, Jl Firdaus H Rais 2, Kota Singkawang, Minggu (26/7/2015). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Tersangka kasus pembunuhan, Lukman Tubagus (53) menyesali kekhilafannya telah menghilangkan nyawa istrinya sendiri, Siti Khodijah (45). Sambil sesekali menangis terisak, ia meminta maaf.

"Hati nurani saya, ada rasa penyesalan. Mohon maaf dengan keluarga saya dan istri. Keluarga di Jawa. Teman kuliahnya di Pontianak atas kekhilafan saya," tutur Lukman kepada sejumlah wartawan di Ruang Kasat Reskrim Polres Singkawang, Minggu (26/7/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, cekcok antara Lukman dan Siti di dalam kamar, berujuang maut. Siti tewas setelah menderita luka tusuk di perut dan robek di wajah sebelah kanan. Sedang Lukman menderita luka di pergelangan tangan. Diduga ia mencoba mengakhiri hidup dengan menyayat nadinya sendiri.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Jl RA Kartini, Gg Dulhaji, Nomor 45, RT16/RW06, Kelurahan Sekip Lama, Singkawang Tengah, Jumat (24/7) pukul 21.30 WIB. Akibat perbuatannya, Lukman dikenakan Pasal 351 ayat 3 dan 338 dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Didampingi kuasa hukumnya, Jamaan Elvi Eluwis atau yang sering disapa Buyung, Lukman juga memohon maaf kepada orang-orang di kampung, masyarakat Kota Singkawang yang mengenalnya, dan terutama kepada kedua anaknya tersayang.

Sembari sesekali terisak tangis, Lukman pun menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi spontan, dipicu masalah keluarga. Sebelum kejadian, Lukman sempat menunaikan ibadah salat berjamaah di msjid dekat rumah. "Kejadiannya spontan, karena masalah keluarga. Sebelumnya saya sempat salat di masjid," ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi di dalam kamar, yang sebelumnya bekas rental studio musik yang menjadi usahanya selama 10 tahun terakhir. Pisau yang dipakai untukmelukai istrinya, merupakan alat yang sering dipakainya untuk memperbaiki kipas angin di kamar.

"Pisau yang dipakai untuk service barang. Di dalam AC gak hidup. Kipas angin sering rusak. Pisau dipakai untuk perbaiki," terangnya.

Dalam kesempatan itu, sebagai suami, Lukman mengaku sangat menyayangi almarhumah istrinya, Siti Khodijah. "Saya sering ikut pengajian. Istri juga ikut kegiatan Yasinan di gang. Istri saya tersayang. Betul-betul tersayang," kenang Lukman seraya terisak.

Buyung menambahkan pada intinya, kliennya menyesal dan trauma berat atas peristiwa yang baru saja dialaminya. "Intinya Beliau menyesal dan mengalami trauma sangat tinggi. Saat ini hanya memikirkan keluarga, dan anak. Terutama cucu," kata Buyung.

Buyung menerangkan kejadian terjadi spontan dan Lukman siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. "Kejadiannya di kamar. Jadi sejak anak pertama nikah, kamar merekadijadikan kamar anak keduanya. Sedang studio dijadikan kamarnya," tutup Buyung.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved