Pasca Kesepakatan Nuklir, Iran Tetap Musuh AS
Iran tetap memosisikan diri sebagai musuh Amerika Serikat (AS) meski kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia telah tercapai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Iran tetap memosisikan diri sebagai musuh Amerika Serikat (AS) meski kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia telah tercapai.
Menurut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, AS tetap arogan dan tak akan mengubah kebijakannya pada Iran meski sudah menyepakati hasil perundingan nuklir.
Khamenei pada Sabtu (18/7/2015) menegaskan bahwa Teheran tetap bertentangan dengan kebijakan Washington di Timur Tengah. Khamenei kembali meminta agar teks kesepakatan nuklir Iran diteliti dengan hati-hati.
"Apakah kesepakatan (nuklir) disetujui atau ditolak, kami tidak akan pernah berhenti mendukung teman-teman kami di kawasan dan orang-orang Palestina, Yaman, Suriah, Irak, Bahrain dan Libanon," kata Khamenei.
"Bahkan setelah ini, kebijakan kami terhadap AS yang arogan tidak akan berubah," kata Khamenei lagi, seperti dilansir Reuters. Berdasarkan kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia atau P5+1 (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) sanksi terhadap Iran akan dicabut dan sebagai kompensasinya Iran harus mengekang program nuklirnya untuk jangka panjang.
"Orang Amerika mengatakan bahwa mereka menghentikan Iran untuk memperoleh sebuah senjata nuklir," ujar Khamenei di Teheran. "Mereka tahu, itu tidak benar. Kami memiliki fatwa (keputusan keagamaan) yang menyatakan bahwa senjata nuklir dilarang di bawah hukum agama Islam. Ini tidak ada hubungannya dengan perundingan nuklir," imbuh Khamenei.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ayatollah-ali-khamenei_20150718_210535.jpg)