Opini
Husnudzon Pada Allah
Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika Ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan.
Penulis: Dedy | Editor: Mirna Tribun
Oleh Didik M Nurharis, LC MH
Ada satu amalan yang menjadi suatu penguatan bagi muslimin dan muslimat di akhir ibadah Ramadan yang telah kita lakukan. Amalan tersebut adalah bagaimana kita husnudzon (bersangka baik) kepada Allah.
Allah mengatakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Buchari di mana Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika Ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan, maka jangan berprasangka terhadap Allah kecuali kebaikan. Dengan hal tersebut penting kita berprasangka baik kepada Allah.
Untuk itu ibadah Husnudzon memerlukan keterampilan hati. Kemudian mensuasanakan jiwa kita yang selanjutnya lagi menjadi keyakinan penuh bahwa Allah menolong dan mengampuni, memberi rahmat dan kasih sayang kepada kita.
Husnudzon dengan seperti ini landasan yang kuat karena dapat memberikan kemudahan dan itu atas izin Allah. Tanda kebaikan Allah kepada hambanya ketika dimudahkannya dalam kebaikan.
Husnudzon mesti ditanamkan di benak kita, kecuali kita berharap tetapi tidak berbuat itu namanya orang terpedaya. Orang terpedaya artinya tertipu mengharapkan sesuatu tetapi ia tidak mau bekerja.
Jadi bekerja setelah itu berharap itulah yang benar. Kita meskipun banyak kekurangannya dalam bulan suci Ramadan tetapi kita harus punya landasan dan alasan yang kuat agar kita senantiasa berharap apa yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT.
Kita berfikir apa yang kita lakukan belum sempurna dan tidak berani berharap banyak, tidak menutupi untuk kita terus husnudzon. Menurutnya perasaan kurang itu hadir merupakan sesuatu yang wajar.
Pada tahap- tahap tertentu itu bisa menjadi sebuah kekhawatiran agar menjadi batu loncatan dan titik tolak untuk motivasi kita menyempurnakan. Tetapi jangan sampai kepada tahap putus asa. Kalau masuk tahap putus asa itu kita seakan - akan memutuskan semua harapan dan kasih sayang Allah.
Padahal kasih sayang dan rahmat Allah luas. Apalagi Allah mengartikan kita bahwa aku tergantung prasangka hambaku.
Sekarang tinggal atur hati dan jiwa kita agar prasangka baik kita kepada Allah selalu ada dan bagaimana kita senantiasa berharap kepada Allah agar diterimanya amal - amal kita.
Terkait dosa memang semua dosa pada prisipnya Allah ampunkan bagaimana termaktum dalam surah Az-zumar ayat 53. Yang artinya katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dengan hal itu. Lebih – lebih di bulan mulia ini jika benar- benar bertaubat Insyallah dosa kita diampunkan.
Penulis: Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kalbar yang juga sebagai pengajar agama Islam di Politeknik Negeri Pontianak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/berprasangka-baik-pada-allah_20150714_123521.jpg)